Page 36 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 NOVEMBER 2021
P. 36
Judul KSPI Akan Demo Tuntut Upah Minimum
Nama Media Republika
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL Pg3
Jurnalis Indira Rezkisari
Tanggal 2021-11-04 05:06:00
Ukuran 134x191mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 60.300.000
News Value Rp 180.900.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Konfederasi Serikat Fekerja Indonesia (KSPI) akan kembali menggelar aksi demonstrasi
menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 7-10 persen, Rabu (10/11). Aksi akan
dilakukan di 26 provinsi secara serentak. KSPI memastikan aksi 10 November nanti jauh lebih
besar dibandingkan aksi 26 Oktober lalu. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi dilakukan
di 150 kabupaten/kota lebih dengan melibatkan 10 ribu buruh lebih yang berasal dari 1.000
pabrik. "Aksi akan dipusatkan di kantor gubernur, bupati/wali kota, dan kantor DPRD wilayah
masing-masing," kata Said dalam konferensi pers daring, Rabu (3/11).
KSPI AKAN DEMO TUNTUT UPAH MINIMUM
Konfederasi Serikat Fekerja Indonesia (KSPI) akan kembali menggelar aksi demonstrasi
menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 7-10 persen, Rabu (10/11). Aksi akan
dilakukan di 26 provinsi secara serentak.
KSPI memastikan aksi 10 November nanti jauh lebih besar dibandingkan aksi 26 Oktober lalu.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi dilakukan di 150 kabupaten/kota lebih dengan
melibatkan 10 ribu buruh lebih yang berasal dari 1.000 pabrik. "Aksi akan dipusatkan di kantor
gubernur, bupati/wali kota, dan kantor DPRD wilayah masing-masing," kata Said dalam
konferensi pers daring, Rabu (3/11).
Tuntutan dalam aksi 10 November masih sama dengan tuntutan pada aksi sebelumnya. Pertama,
naikkan UMP dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 7-10 persen.
Kedua, berlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2021 dan 2022. Ketiga,
batalkan UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law). Keempat, tetap
berlakukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tanpa diikat UU Nomor 11 tahun 2020.
Said menjelaskan, aksi kali ini juga merupakan respons atas pernyataan Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo) yang disebutnya bersikap tidak adil dan serakah. Apindo, kata Said, tak
menjelaskan arti kerugian perusahaan saat pandemi. Padahal, tak semua perusahaan yang
merugi.
35

