Page 35 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 35
bekerja di Kota Surabaya paling banyak terdata sebagai calon penerima BSU. Itu terjadi karena
di metropolis paling banyak jumlah perusahaan dan industrinya. Daerah lain yang juga cukup
banyak calon penerima BSU adalah Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto. Daerah-daerah
tersebut selama ini dikenal sebagai ring satu Jatim. "Kemungkinan memang Surabaya paling
banyak," ujar Andrey.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimun-jawa Indra Iswanto menambahkan,
pihaknya bertindak sebagai mitra penyedia data bagi Kemenaker. BPIS sudah menyampaikan
usulan-usulan alternatif penerima BSU. Pihaknya juga mendorong perusahaan untuk
menertibkan kepesertaan pekerja agar tepat sasaran. Sebab, pemerintah selalu menggunakan
data kepesertaan tersebut untuk penyaluran bantuan seperti BSU. Pekerja juga bisa bertanya
langsung kepada perusahaan masing-masing 'Apakah hak perlindungan Jamsostek sudah
didapatkan atau belum,' imbuhnya.
Serikat buruh di Kota Pahlawan menilai para pekerja di berbagai sektor sangat terdampak PPKM
darurat. Surabaya yang termasuk dalam PPKM level 4 menjadi daerah yang terdampak beibagai
pembatasan mobilitas. "Para buruh tidak leluasa bekerja. Secara ekonomi pasti sangat
berpengaruh," kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jatim Apin Sirait.
Menurut dia, para pekerja di lintas sektor sangat terdampak PPKM level 4. Meski perusahaan
tempat bekerja masuk kategori esensial, tidak semua buruh bisa bekerja fidltime. Ada kebijakan
pengurangan jam kerja sebagai dampak pengurangan jumlah karyawan yang masuk untuk
menjaga physical distancing. Apalagi, banyak juga yang nonesensial sehingga mereka sama
sekali tidak bisa bekerja.
Karena itu, pihaknya mendorong agar semua buruh di Surabaya didata sebagai penerima
bantuan subsidi gaji dampak PPKM level 4. "Apalagi yang diterima hanya Rp 1 juta, pasti kurang,"
imbuhnya. (mar/c7/git)
Itu masih data awal yang diserahkan ke pusat Jadi, ini masih kandidat Bisa saja bertambah atau
bisa juga berkurang."
ANDREY J. TUAMELLY
Asisten Deputi Direktur Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Timur
34

