Page 37 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 AGUSTUS 2021
P. 37
Judul Pekerja Anak dalam Impitan Ekonomi dan Pandemi
Nama Media kompas.id
Newstrend Pekerja Anak
Halaman/URL https://www.kompas.id/baca/riset/2021/08/02/pekerja-anak-dalam-
impitan-ekonomi-dan-pandemi/
Jurnalis MB. Dewi Pancawati
Tanggal 2021-08-02 05:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Pekerja anak adalah persoalan krusial bangsa yang harus segera dientaskan. Apalagi pekerja
anak menanggung beban ganda di masa pandemi, baik tanggung jawab pendidikan maupun
ekonomi keluarga. Pekerja anak sebagai salah satu indikator hilangnya masa kanak-kanak dalam
Global Childhood Report masih menjadi masalah yang memprihatinkan. Ketika anak dalam masa
pertumbuhan terpaksa harus bekerja karena suatu keadaan, mereka telah kehilangan masa
kanak-kanak yang seharusnya dilalui dengan penuh kebahagiaan.
PEKERJA ANAK DALAM IMPITAN EKONOMI DAN PANDEMI
Pekerja anak adalah persoalan krusial bangsa yang harus segera dientaskan. Apalagi pekerja
anak menanggung beban ganda di masa pandemi, baik tanggung jawab pendidikan maupun
ekonomi keluarga.
Pekerja anak sebagai salah satu indikator hilangnya masa kanak-kanak dalam Global Childhood
Report masih menjadi masalah yang memprihatinkan. Ketika anak dalam masa pertumbuhan
terpaksa harus bekerja karena suatu keadaan, mereka telah kehilangan masa kanak-kanak yang
seharusnya dilalui dengan penuh kebahagiaan.
Meski dalam catatan lembaga sosial Save the Children pekerja anak di Indonesia termasuk
kategori rendah (5 - <20), namun stagnasi persentasenya di kisaran angka 6,9 persen dalam
kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan tidak adanya progress dalam mengentaskan
persoalan ini.
Sementara jika merujuk pada data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2019, Badan Pusat
Statistik (BPS), tren perkembangan pekerja anak sebenarnya sudah menunjukkan penurunan
dari angka 9,43 persen tahun 2012 menjadi 5,99 persen tahun 2015.
Namun capaian keberhasilan tahun 2015 tersebut tak bertahan lama karena kemudian
merangkak naik kembali hingga berada di kisaran 7,05 persen di tahun 2018 dan turun kembali
sebesar 0,7 persen menjadi 6,35 persen tahun 2019, atau sekitar 2,3 juta anak.
36

