Page 707 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 707

"Bisa  dicek  bahwa  sebenarnya  sejak  April  lalu,  kami  sudah  mengusulkan  agar  subsidi  gaji
              diberikan untuk mencegah gelombang PHK," kata Eddy dalam keterangan tertulis yang diterima
              Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

              "Selain bermanfaat untuk pekerja, program ini bisa menjawab keluhan Presiden Joko widodo
              tentang lambatnya penyerapan anggaran kementerian," tutur dia.

              Namun, Eddy menekankan bahwa program tersebut harus tepat sasaran. Sebab, anggaran yang
              digelontorkan untuk program subsidi gaji ini dinilai cukup besar.

              Pertama, menurut Eddy, harus dipastikan program ini tepat sasaran dengan menitikberatkan
              pada sektor yang paling terdampak Covid 19, seperti tekstil, transportasi dan pariwisata.

              Kemudian,  jika  menggunakan  data  BPJS,  maka  pemerintah  harus  memastikan  perusahaan
              memang sudah mendaftarkan pekerjanya di BPJS Ketenagakerjaan.
              "Jangan sampai problem teknis karyawan tidak terdaftar justru membuat program subsidi gaji
              ini tidak membuahkan hasil yang dikehendaki," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR ini.

              Kedua, lanjut Eddy, pemerintah harus memastikan pengusaha tidak akan melakukan pemutusan
              hubungan kerja (PHK).

              "Program subsidi gaji ini bagaimanapun juga menolong pengusaha. Karena itu pemerintah juga
              harus menegaskan kepada pengusaha yang mendapat manfaat subsidi gaji agar tidak melakukan
              PHK kepada karyawan," ujar Eddy.

              "Dengan begitu program ini bisa mencegah terjadinya gelombang PHK lanjutan yang selama ini
              dikhawatirkan," ucap Eddy.

              Eddy pun berharap, program tersebut dapat mendorong pergerakan ekonomi yang berdampak
              meningkatkan daya beli terutama di rumah tangga.

              "Yang penting program ini membantu agar karyawan tidak di-PHK dan mereka memiliki daya
              beli untuk menggerakkan konsumsi, khususnya rumah tangga. mengingat belanja rumah tangga
              adalah salah satu mesin pendorong ekonomi selama ini," tutur dia.

              Sebelumnya, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional
              Erick  Thohir  mengatakan,  program  stimulus  ini  sedang  difinalisasi  agar  bisa  dijalankan  oleh
              Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020.

              "(Bantuan) akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga
              tidak akan terjadi penyalahgunaan," ujar Erick.

              Erick menambahkan, fokus bantuan pemerintah ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN
              yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau
              setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

              Menteri BUMN ini menyebutkan, tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini
              adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

              "Hal ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi," kata
              Erick Thohir.

              Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekjen PAN: Bantuan untuk Karyawan
              Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Harus Tepat Sasaran.



                                                           706
   702   703   704   705   706   707   708   709   710   711   712