Page 709 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 AGUSTUS 2020
P. 709

jumlah  tersebut,  data  yang  sudah  di-cleansing  kemnaker  dengan  BPJS  Ketenagakerjaan
              mencapai 2.146.667 orang (yang terdata by name by address).
              Data  yang  sudah  cleansing  tersebut  terdiri  dari  pekerja  formal  yang  dirumahkan  mencapai
              1.132.117 orang dan pekerja formal yang di-PHK sebanyak 383.645 orang. Sementara pekerja
              sektor informal yang terdampak mencapai 630.905 orang.

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengungkapkan, Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi
              dengan tenaga kerja yang terdampak imbas dari Covid-19 paling banyak. Menurut data yang
              dihimpun Kemnaker dengan bantuan dari Disnaker Pemda, hingga 31 Juli 2020, pekerja formal
              maupun informal yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772
              orang pekerja.

              "Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk
              segera  ditindaklanjuti  sesegera  mungkin  agar  kita  bisa  tekan  laju  dampak  Covid-19  ini
              kedepannya," kata Menaker Ida saat memberikan arahan konkret pemulihan ekonomi nasional
              di bidang ketenagakerjaan di hadapan Kadisnaker Kab/Kota seluruh Jawa Barat, di Bandung,
              Minggu (09/08/2020).

              Menurut  Menaker  Ida,  sesuai  dengan  arahan  Presiden  Joko  Widodo  terkait  mitigasi  dampak
              pandemi di bidang ketenagakerjaan, Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional
              berupaya meringankan beban pekerja ter-PHK melalui berbagai stimulus, termasuk menyalurkan
              berbagai  bantuan  sosial  bagi  para  korban  PHK,  Kartu  Prakerja,  program  padat  karya,  dan
              kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja yang terdampak pandemi.

              Bahkan  katanya,  pemerintah  akan  memberikan  stimulus  berupa  subsidi  upah  kepada  para
              pekerja peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang penghasilannya dibawah Rp5 juta.

              "Subsidi upah diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan
              per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar
              Rp1,2 juta," ungkap Ida.

              Menurutnya,  dengan  adanya  stimulus  seperti  ini,  maka  daya  beli  masyarakat  akan  mulai
              meningkat. Sehingga akan berdampak pada pertumbuhan positif perekonomian Indonesia di
              kuartal III dan IV.
              "Saya mengajak kepada Bapak/Ibu Kadisnaker Kab/Kota untuk bersama sama gotong royong
              dan  menjaga  soliditas  moral  sosial  guna  serius  dalam  penanganan  dan  pemulihan  disektor
              ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat," ujarnya.

              Sementara  itu  Kadisnakertrans  Provinsi  Jawa  Barat,  Rachmat  Taufik  Garsadi  menyampaikan,
              kondisi ketenagakerjaan yang ada di Jawa Barat saat ini tingkat angka pengangguran terbuka di
              Jawa Barat masih cukup tinggi. Ditambah lagi, masih tingginya angka disparitas UMK ditingkat
              Kabupaten/Kota, yang berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing keterampilan
              yang ada di Jawa Barat..
















                                                           708
   704   705   706   707   708   709   710   711   712   713   714