Page 470 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 470

LUHUT: TIDAK BETUL OMNIBUS LAW DIBUAT DIAM-DIAM, SEMUA DIUNDANG

              Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut  Binsar Pandjaitan menyatakan
              bahwa  pembahasan    Omnibus  Law    UU  Cipta  Kerja    tercipta  secara  transparan  dan  tidak
              sembunyi-sembunyi.

              "Dan tidak betul itu (Omnibus Law) dibuat diam-diam, semua diundang. Saya bicara dengan Ibu
              Ida Fauziyah, Menteri Ketenagakerjaan. Beliau ke kantor saya berkali-kali dan kami diskusi. Saya
              juga bicara dengan beberapa buruh itu dan saya sampaikan," katanya dalam tayangan virtual,
              Selasa (6/19/2020) malam.

              Dia menjelaskan, pembuatan Omnibus Law ini telah melalui proses yang panjang, sejak Luhut
              menjabat sebagai Menteri Polhukam. Alasan di balik terciptanya UU Cipta Kerja ini, menurut
              Luhut, disebabkan Indonesia dicap negara kurang kompetitif.

              "Sebenarnya tidak pernah ada diberitahu diam-diam, tidak diam-diam. Proses ini sudah panjang.
              Saya  (waktu  itu)  Menko  Polhukam  pikirannya  (soal  Omnibus  Law)  sudah  ada.  Karena  kita
              dianggap negara yang tidak kompetitif pada suatu kawasan ini," katanya.

              Oleh  karena  itu,  kata  Luhut,  pemerintah  mencari  keseimbangan.  Dia  memastikan  dengan
              disahkannya UU Cipta Kerja, rakyat tidak akan mengalami penderitaan.

              "Tidak ada satu pemerintah pun yang ingin rakyatnya menderita. Atau buruhnya menderita,
              pengusahanya  menderita,  tentu  tidak.  Mesti  membuat  equiliberium,  kehidupan  itu  adalah
              keseimbangan. Tanpa ada keseimbangan tidak akan jadi. Jadi itu yang dibuat di sini," tegasnya.

              Luhut menegaskan bahwa semua aspirasi masyarakat diterima. Bahkan, menurut dia, Presiden
              Joko Widodo mengakomodasi segala aspirasi. Jadi lanjut dia, tidak hanya satu aspirasi saja yang
              didengar.
              "Tidak akan kita membuat sesuatu tadi yang tidak baik buat buruh kita. Tunjukkan di mana
              angkanya. Presiden semua mengakomodasi yang bisa diakomodasi. Tapi, kita juga mesti dengar
              dari sisi lain. Tidak boleh dong kau mau menang sendiri," katanya.



































                                                           469
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475