Page 474 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 474

negative - Arifin Junaidi (Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdatul Ulama (NU)) Masa
              bunyinya pasal 65 itu pelaksanaan pendidikan dapat dilakukan melalui perizinan berusaha. Di
              dalam undang-undang itu izin usaha sama dengan izin usaha. Jadi ada upaya mencari laba

              negative - Arifin Junaidi (Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdatul Ulama (NU)) Kami ini
              kan banyak di desa di pelosok. Kami segmennya masyarakat menengah ke bawah. Jadi bisa mati
              ilmu  sekolah  madrasah kami,  apa  negara  sanggup  mengisi  kekosongan itu  kalau  nanti  kami
              gulung tikar

              positive - Arifin Junaidi (Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdatul Ulama (NU)) Iya kita
              akan  bersama-sama  dengan  aliansi  yang  kemarin  yang  menolak  UU  Cipta  Kerja  dari  unsur
              pendidikan, kita akan bergerak bersama lagi. LP Marif tentu akan ikut di dalamnya, dan Maarif
              juga akan mengambil langkah sendiri guna di-dropnya pasal pendidikan

              positive - Azis Syamsuddin (Wakil Ketua DPR) Berdasarkan yang telah kita simak bersama, saya
              mohon persetujuan. Bisa disepakati?


              Ringkasan

              Anggota DPR RI Fraksi Gerindra  Fadli Zon  menilai Undang-Undang Cipta Kerja tidak tepat waktu
              dan sasaran. Fadli Zon menjelaskan, tidak tepat waktu karena Indonesia sedang menghadapi
              pandemi    Covid-19    .  Sehingga  semua  pihak  fokus  utamanya  terhadap  isu  kesehatan  dan
              kemanusiaan seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).



              FADLI ZON SEBUT UU CIPTA KERJA TIDAK TEPAT WAKTU DAN SASARAN

              Anggota DPR RI Fraksi Gerindra  Fadli Zon  menilai Undang-Undang Cipta Kerja tidak tepat waktu
              dan sasaran. Fadli Zon menjelaskan, tidak tepat waktu karena Indonesia sedang menghadapi
              pandemi    Covid-19    .  Sehingga  semua  pihak  fokus  utamanya  terhadap  isu  kesehatan  dan
              kemanusiaan seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

              "Tingkat kematian dokter kita saat ini tertinggi di Asia, setidaknya ada 130 dokter. Menurut IDI,
              meninggal  akibat  menangani  Covid-19  sejauh  ini.  Angka-angka  ini  tentu  saja  tak  bisa
              disepelekan," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

              "Begitu juga dengan tingkat kematian akibat  Covid-19  di Indonesia, berada di atas rata-rata
              dunia.  Artinya,  ada  hal  lain  yang  jauh  lebih  serius  untuk  ditangani  dibanding  omnibus  law,"
              sambung Fadli.

              Sementara itu, terkait tidak tepat sasaran, Fazli menyebut jika tujuannya untuk mendatangkan
              investasi, maka apa yang jadi hambatan investasi, dengan apa yang dirancang oleh omnibus law
              sama sekali tak sinkron.
              Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu memaparkan, berdasarkan World Economic Forum
              (WEF), kendala utama investasi di Indonesia adalah korupsi, inefisiensi birokrasi, ketidakstabilan
              kebijakan, serta regulasi perpajakan.

              "Tapi yang disasar omnibus law kok isu ketenagakerjaan? Bagaimana ceritanya? Jadi, antara
              diagnosa dengan resepnya sejak awal sudah tak nyambung," ucap Fadli.

              Karena itu,  Fadli Zon  dapat memahami kenapa saat ini masyarakat banyak yang gelisah dan
              marah terhadap omnibus law.


                                                           473
   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479