Page 499 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 499

positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Jadi, yang baru adalah ada perlindungan bagi
              pekerja pada saat berakhirnya PKWT, yang sebelumnya di UU No 13 Tahun 2003 tidak ada
              perlindungan seperti ini,"

              negative  -  Ida  Fauziyah  (Menteri  Ketenagakerjaan)  Hal  ini  untuk  mengakomodasi  tuntutan
              perlindungan  pekerja  pada  bentuk-bentuk  hubungan  kerja  dan  sektor  tertentu  yang  di  era
              ekonomi digital saat ini berkembang secara dinamis,

              positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa
              menyimpulkan bahwa RUU Cipta Kerja ini rentan terhadap PHK bagi pekerja atau buruh. RUU
              Cipta Kerja ini justru ingin memperluas penyediaan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas
              perlindungan bagi pekerja atau buruh, utamanya perlindungan bagi mereka yang mengalami
              PHK melalui program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),



              Ringkasan

              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyarankan
              kepada serikat buruh agar melakukan uji materi (judicial review) apabila merasa keberatan atas
              poin-poin dalam Undang-undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI. Selain itu, lanjut Taufik,
              pihaknya juga meminta kepada serikat buruh untuk melakukan konsolidasi internal dan tidak
              menggelar aksi mogok kerja serta unjuk rasa terkait disahkannya UU Cipta Kerja.

              Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengklaim penyusunan kluster
              ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja telah memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap
              uji materi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Menurut Menaker Ida, UU Cipta Kerja
              tetap  mengatur  syarat-syarat  dan  perlindungan  hak  bagi  pekerja  PKWT  yang  menjadi  dasar
              dalam penyusunan perjanjian kerja.



              JIKA RUGIKAN BURUH, BAWA UU CIPTA KERJA KE MK

              - Kalau bisa buruh jangan demo dulu. Terkait penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang baru
              disahkan. Lebih baik pelajari dulu isinya. Sampaikan ke pemerintah agar dievaluasi. Jika tetap
              ada yang merugikan kaum buruh dan melanggar Konstitusi, lebih baik dibawa saja ke Mahkamah
              Konstitusi (MK).
              Demo  hanya  merugikan  buruh  sendiri.  Pertama,  alasan  COVID-19.  Berkerumun  berpotensi
              terjadi  penularan  Virus  Corona.  Ujung-ujungnya  keluarga  nanti  yang  jadi  korban.  Lagi  pula
              Kepolisian Republik Indonesia akan terus menghentikan izin berunjuk rasa selama masa pandemi
              ini.  Demi  mencegah  penyebaran  COVID-19  melalui  kluster  demonstrasi.  Kedua,  para  buruh
              berpotensi dipecat karena meninggalkan hak dan kewajibannya.

              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyarankan
              kepada serikat buruh agar melakukan uji materi (judicial review) apabila merasa keberatan atas
              poin-poin dalam Undang-undang Cipta Kerja yang baru disahkan DPR RI.

              ''(Saran kami) konsolidasi saja, ajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi atau MK dan saat
              ini kalau unjuk rasa izinnya tidak dikeluarkan oleh polisi, dan Undang-Undang sudah ditetapkan
              oleh DPR,'' kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Taufik Garsadi,
              ketika dihubungi melalui telepon oleh wartawan di Bandung, Selasa (6/10).






                                                           498
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504