Page 500 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 500

Senin, 24 Agustus 2020 - 16:12  Selain itu, lanjut Taufik, pihaknya juga meminta kepada serikat
              buruh untuk melakukan konsolidasi internal dan tidak menggelar aksi mogok kerja serta unjuk
              rasa terkait disahkannya UU Cipta Kerja.

              Dia mengatakan langkah judicial review lebih tepat dan elok dibanding melakukan mogok kerja
              dan unjuk rasa di lapangan yang memiliki risiko lebih besar, terlebih saat ini dalam masa pandemi
              COVID-19.

              Selasa,  14  Juli  2020  -  23:15    Gubernur  Jawa  Barat  (Jabar)  M  Ridwan  Kamil  (Emil)  juga
              menyarankan agar UU Cipta Kerja yang baru disahkan diterima terlebih dahulu.

              ''Saran saya, kita terima dulu, nanti dievaluasi dalam setahun dua tahun apakah pelaksanaannya
              mensejahterakan semua orang mengadilkan ekonomi. Kalau kurang kita revisi, evaluasi kalau
              baik ya kita teruskan,'' kata Emil di Bandung, Selasa (6/10).

              Dengan  sudah  disahkannya  UU  Cipta  Kerja,  kata  Emil,  maka  dirinya  mengajak  semua  pihak
              memonitor sisi positifnya karena mungkin ada dampak-dampak negatifnya.

              ''Pada  dasarnya  kita  harus  jangan  kaku,  yang  namanya  hal  seperti  ini  pasti  ada  dinamika.
              responsnya juga belum tentu berhasil juga belum tentu gagal tergantung situasi,'' kata dia.

              Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mendukung adanya langkah pengajuan judicial
              review  di  Mahkamah  Konstitusi  oleh  pihak-pihak  yang  menolak  pengesahan  Undang-Undang
              Cipta Kerja.
              ''Dengan ini bisa terjadi komunikasi melalui jalur hukum dan jalur politik, untuk mereka bisa
              berkomunikasi, untuk mereka bisa membawa hak-haknya secara konstitusional mendapatkan
              ruang  yang  bagus.  Cara  ini  menurut  saya  cara  yang  baguslah  prosedurnya,''  katanya  di
              Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/10).
              Ganjar mengapresiasi banyak pihak yang hingga kini masih menahan diri untuk tidak melakukan
              aksi turun ke jalan pascapengesahan UU Cipta Kerja. Dia memahami keputusan ini tidak memberi
              kebahagiaan  untuk  banyak  pihak.  Namun  dirinya  juga  meminta  agar  para  pihak  melakukan
              diskusi untuk mencari solusi terbaik.

              ''Pertama  yang  kita  lakukan  adalah  desiminasi.  Kita  duduk  yuk,  ketemu  dengan  pengusaha,
              buruh, kita ngobrol, mana yang kira-kira menjadi persoalan dan bagaimana kita melaksanakan
              itu sehingga semua akan bisa mengerti,'' ujarnya.
              Menurut Ganjar, komunikasi di awal akan lebih baik untuk seluruh pihak dan dirinya membuka
              ruang diskusi untuk itu dan mengapresiasi seluruh pihak yang tidak menggelar aksi protes.

              ''Saya menyampaikan terima kasih karena kerumunan-kerumunan tidak diciptakan,'' katanya.

              Seperti diwartakan, DPR telah mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang pada
              Senin  (5/10).  Pada  Rapat  Paripurna  DPR  RI,  Senin  (5/10),  menyetujui  Rancangan  Undang-
              Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi UU.

              "Perlu kami sampaikan, berdasarkan yang kita simak dan dengar bersama maka sekali lagi saya
              memohon persetujuan di forum rapat paripurna ini, bisa disepakati?" kata Wakil Ketua DPR RI
              Azis Syamsuddin dalam rapat paripurna di kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (5/10).
              Seluruh anggota DPR RI yang hadir dalam rapat paripurna tersebut lantas menyatakan setuju
              RUU Ciptaker menjadi UU.

              Sebelum  mengambil  keputusan,  seluruh  fraksi  telah  menyampaikan  pandangannya  terkait
              dengan RUU tersebut, yaitu enam fraksi menyatakan setuju, satu fraksi memberikan catatan
                                                           499
   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505