Page 599 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 599
Jumisih mengatakan bahwa inilah pasar tenaga kerja felksibel itu, wujudnya semakin nyata dan
dikukuhkan dalam UU Cipta Kerja .
Dia pun mempertanyakan maksud Ida Fauziyah yang mengatakan 'melindungi yang telah
bekerja, dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur'.
Jumisih juga membahas mengenai ketentuan PHK, Pesangon, waktu istirahat, dan jam lembur
yang diatur kembali melalui UU Ciptaker.
" Membaca surat Bu Menaker yang menyampaikan keberpihakan kepada kami dengan terang
benderang, maka saya ingin bertanya ke Ibu. Di manakah letak keberpihakan yang terang
benderang itu? " tuturnya.
Hal tersebut diungkapkan Jumisih , karena Ida Fauziyah meminta para buruh untuk
membatalkan aksi mogok kerja mereka.
Jumasih pun membahas mengenai pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman dan
memang nyata terjadi, bahkan di antara para buruh pun menjadi korban.
"Kami pun masih ingin hidup panjang dan terhindar dari virus mematikan ini, karena itulah kami
berusaha keras untuk tetap hidup dengan segala upaya yang kami sanggup, dan UU Cipta Kerja
adalah salah satu virus mematikan lainnya," ujarnya.
Jumisih melanjutkan bahwa sebagai buruh, mereka akan mati dengan cepat atau lambat, karena
jaminan kesejahteraan untuk buruh telah terampas dan negara memfasilitasi hal tersebut.
"Sungguhpun begitu Bu, ingin dengan tegas saya sampaikan kepada Ibu Menaker , bahwa kami
tetap ada dan akan melakukan perlawanan terhadap kesengsaraan ini sehebat-hebatnya,
sehormat-hormatnya," tuturnya mengakhiri surat balasan tersebut.***(Eka Alisa
Putri/Pikiranrakyat-bekasi.com).
598

