Page 596 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 596

UU CIPTAKER DISAHKAN, FADLI ZON: SAYA MINTA MAAF

              Anggota Komisi I DPR RI  Fadli Zon  menilai Pengesahan RUU Cipta Kerja pada Senin 5 Oktober
              2020 memang pantas jadi kontroversi. Sebab, meski telah diprotes banyak kalangan, terutama
              kaum buruh, pembahasan dan kemudian pengesahan RUU itu jalan terus dan dilakukan dengan
              secepat kilat.

              Fadli menilai UU tersebut tidak tepat waktu karena saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi
              yang mestinya prioritas utamanya isu kesehatan dan kemanusiaan seperti dinyatakan Presiden
              sendiri. Omnibus law ini juga tidak tepat sasaran, sebab jika tujuannya mendatangkan investasi,
              yang jadi hambatan investasi dengan apa yang dirancang oleh omnibus law ini sama sekali tak
              sinkron.

              "Memang  yang  disorot  adalah  perizinan  dan  aturan  yang  tumpang  tindih.  Menurut  World
              Economic  Forum  (WEF),  kendala  utama  investasi  di  Indonesia  adalah  korupsi,  inefisiensi
              birokrasi, ketidakstabilan kebijakan, serta regulasi perpajakan. Tapi yang disasar omnibus law
              kok isu ketenagakerjaan? Bagaimana ceritanya? Jadi, antara diagnosa dengan resepnya sejak
              awal sudah tak nyambung," kata Fadli Zon, Rabu 7 Oktober 2020.

              Fadli Zon mencatat, ada beberapa isu yang mengusik rasa keadilan buruh. Misalnya, skema
              pesangon kepada pekerja yang di-PHK diubah dari sebelumnya 32 bulan upah, kini menjadi 25
              bulan  upah,  Kemudian,  penghapusan  UMK  (Upah  Minimum  Kabupaten)  menjadi  UMP  (Upah
              Minimum Provinsi).

              "Padahal,  menurut  data  lapangan,  besaran  UMP  ini  pada  umumnya  adalah  di  bawah  UMK.
              Sehingga, alih-alih meningkatkan kesejahteraan buruh, omnibus law ini belum apa-apa sudah
              akan menurunkan kesejahteraan mereka," ujar Fadli  Selain itu, lanjutnya, hak-hak pekerja yang
              sebelumnya  dijamin,  seperti  hak  istirahat  panjang,  uang  penghargaan  masa  kerja,  serta
              kesempatan untuk bekerja selama 5 hari dalam seminggu, kini tak ada lagi. Sehingga, secara
              umum, omnibus law ini memang tak memberi rasa keadilan, bukan hanya buat buruh, tapi juga
              buat masyarakat secara umum  "Saya bisa memahami kenapa saat ini masyarakat banyak yang
              gelisah dan marah terhadap omnibus law. Karena mereka melihat kalau kepentingan dan suara
              mereka sama sekali kurang diperhatikan. Kaum buruh, yang saat ini berada dalam posisi sulit
              akibat Covid-19, posisinya jadi kian terpojok," ujarnya  Sebagai Anggota DPR yang merupakan
              penyambung  lidah  Rakyat,  Fadli  meminta  maaf  karena  tak  bida  menjegal  UU  Ciptaker  ini.
              Alasannya karena dirinya tak memiliki kekuatan yang cukup untuk memperjuangkannya.

              "Sebagai anggota DPR, saya termasuk yang tak dapat mencegah disahkannya UU ini. Selain
              bukan  anggota  Baleg,  saya  pun  termasuk  yang  terkejut  adanya  pemajuan  jadwal  Sidang
              Paripurna  kemarin,  sekaligus  mempercepat  masa  reses.  Ini  bukan  apologi,  tapi  realitas  dari
              konfigurasi politik yang ada. Saya mohon maaf," ujar Fadli Zon. (ren).





















                                                           595
   591   592   593   594   595   596   597   598   599   600   601