Page 591 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 591

Ringkasan

              Sejumlah asosiasi  buruh  di Kota Solo kompak tidak mengikuti mogok nasional dan demonstrasi
              untuk  menggagalkan  RUU  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  (    Ciptaker    ).  Mereka  memilih  untuk
              menempuh  jalur  hukum  dengan  mengajukan  uji  materi  atau    judicial  review   ke  Mahkamah
              Konstitusi (MK).

              Ketua  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (SPSI)  Solo  Wahyu  Rahadi  mengatakan  semua
              anggotanya tetap masuk kerja seperti biasa.



              BURUH SOLO TOLAK MOGOK NASIONAL, MAHASISWA SULTRA RISAU TKA

              Sejumlah asosiasi  buruh  di Kota Solo kompak tidak mengikuti mogok nasional dan demonstrasi
              untuk  menggagalkan  RUU  Omnibus  Law  Cipta  Kerja  (    Ciptaker    ).  Mereka  memilih  untuk
              menempuh  jalur  hukum  dengan  mengajukan  uji  materi  atau    judicial  review   ke  Mahkamah
              Konstitusi (MK).

              Ketua  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (SPSI)  Solo  Wahyu  Rahadi  mengatakan  semua
              anggotanya tetap masuk kerja seperti biasa.

              Ia menilai aksi mogok kerja tidak akan efektif karena DPR RI telanjur mengesahkan Omnibus
              Law Ciptaker. Terlebih, banyak pekerja yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi rumah tangga
              mereka di masa pandemi.

              "Jangankan untuk mogok kerja, mayoritas anggota KSPSI saat ini sendiri masih dalam status
              dirumahkan. Kalau pun tidak dirumahkan, ya sehari masuk, sehari libur," katanya, Selasa (6/10).

              Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat aksi mogok kerja tidak akan memberi efek tekanan yang
              diharapkan.

              Meski demikian, Wahyu menegaskan SPSI tetap menolak RUU yang disahkan beberapa hari yang
              lalu itu.


              "Karena itu dengan disahkannya RUU Cipta Kerja oleh DPR jelas kami sangat-sangat kecewa,"
              katanya.

              Terkait rencana  judicial review  , Wahyu mengaku belum bisa memastikan waktu pengajuannya.
              Sebab, hingga saat ini pihaknya belum mendapat salinan naskah RUU yang disahkan itu.

              "Kami baru punya draf RUU-nya, karena itu perlu dicermati lagi siapa tahu ada perubahan. Jadi
              nanti setelah dapat draf UU Cipta Kerja yang sudah disahkan, kami akan berkumpul lagi untuk
              melihat isinya dan mengajukan penolakan," tutup dia.

              Senada,  Ketua  DPC  Serikat  Buruh  Sejahtera  Indonesia  (SBSI)  Kota  Solo  Endang  Setyowati
              mengatakan DPP SBSI sempat menginstruksikan aksi mogok nasional 6-8 Oktober.

              "Tapi itu sebelum RUU disahkan jadi UU. karena ini sudah disahkan, kita belum ada instruksi
              lagi. Makanya kami tidak ikut mogok hari ini," katanya.

              Meski tak ikut mogok nasional, SBSI Solo berencana mengadakan audiensi dengan Pemerintah
              Kota (Pemkot) Solo. Ia berencana menghadap Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam waktu
              dekat.

              "Kita  akan  minta  komitmen  Pemkot  Solo  untuk  memberi  perlindungan  dan  jaminan
              kesejahteraan bagi buruh," katanya.

                                                           590
   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596