Page 589 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 589

"Saya berbisik kepada Bu Ketua (Puan Maharani) supaya tidak dobel suaranya karena kalau kita
              ibarat main zoom metting antara laptop satu dan laptop yang lain sama-sama suaranya dibuka
              kan ?voicenya ganggu. Jadi saya enggak bisa dengar pembicaraan orang," ujarnya.

              "Setiap  menit  miknya  mati.  Kan  tadi  saya  bilang  supaya  tidak  doubling.  Saya  tidak  tahu
              mikrofonnya bagaimana, saya minta supaya mikrofonnya tidak doubling," katanya.

              Sekretaris Jenderal  DPR RI  Indra Iskandar menjelaskan pimpinan sidang hanya menjalankan
              tugas untuk menjaga ketertiban peserta rapat saat menyampaikan pendapat.

              "Semua diberikan waktu untuk berbicara, bergantian. Jika sampai dimatikan mikrofonnya, itu
              hanya untuk menertibkan lalu lintas interupsi, pimpinan punya hak mengatur jalannya rapat,"
              kata Indra kepada wartawan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

              Diketahui  sejumlah  anggota  DPR  dari  Fraksi  Demokrat  memberikan  interupsi  dalam  rapat
              paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.

              Ketiga perwakilan Demokrat yaitu, Sekretaris Fraksi  Partai Demokrat  Marwan Cik Hasan yang
              membacakan pandangan akhir tentang Omnibus Law RUU Cipta Kerja, serta Irwan dan Didi
              Irawadi Syamsuddin yang mengajukan interupsi sebelum RUU tersebut disahkan.

              "Jadi mohon maaf, kita harus sama-sama memahami bahwa yang ingin berbicara bukan hanya
              Partai Demokrat, karena fraksi lain juga ingin menyampaikan pendapatnya. Saya pikir sudah jadi
              kewajiban  pimpinan  sidang  untuk  menertibkan  jalannya  rapat  agar  semua  fraksi  dapat  hak
              menyampaikan aspirasi," ujar Indra.

              "Jadi dalam konteks ini, pimpinan rapat bukan menghalangi Fraksi Demokrat berbicara, tapi ingin
              memberi kesempatan fraksi lain untuk menyampaikan pendapatnya," sambung Indra.

              Menurutnya, mikrofon di ruang rapat paripurna  DPR RI  sudah diatur otomatis mati setelah lima
              menit digunakan.

              Hal itu dilakukan agar masing-masing anggota memiliki waktu bicara yang sama dan supaya
              rapat berjalan efektif serta terukur dari sisi waktu dan substansi.

              "Supaya  tidak  ada  tabrakan  audio  yang  membuat  hang,  maka  perlu  diatur  lalu  lintas
              pembicaraan," ucapnya.
              Diketahui, saat rapat paripurna perwakilan Fraksi Demokrat terus menyuarakan penolakannya
              terhadap RUU Cipta Kerja.

              Bahkan, Ketua DPR Puan Maharani sampai mematikan mikrofon.

              Hal  tersebut  tertangkap  kamera  tengah  mematikan  mikrofon  saat  Anggota  Fraksi    Partai
              Demokrat  , Irwan menyampaikan interupsi.
              Aksi ini viral di dunia maya, bahkan menjadi trending topic di Twitter.















                                                           588
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594