Page 587 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 587

serta terukur dari sisi waktu dan substansi. Supaya tidak ada tabrakan audio yang membuat
              hang, maka perlu diatur lalu lintas pembicaraan


              Ringkasan

              Wakil Ketua  DPR RI  Azis Syamsuddin  meminta masyarakat dapat membaca secara utuh dan
              tidak terpengaruh hoaks di media sosial mengenai Undang-Undang Cipta Kerja.

              Azis menilai hoaks disebarkan dan dibuat secara sengaja oleh orang yang tidak bertanggung
              jawab.



              PIMPINAN DPR: MASYARAKAT JANGAN TERPROVOKASI HOAKS SOAL UU CIPTA
              KERJA DI MEDIA SOSIAL

              Wakil Ketua  DPR RI  Azis Syamsuddin  meminta masyarakat dapat membaca secara utuh dan
              tidak terpengaruh hoaks di media sosial mengenai Undang-Undang Cipta Kerja.


              Azis menilai hoaks disebarkan dan dibuat secara sengaja oleh orang yang tidak bertanggung
              jawab.

              "Saya  minta  masyarakat  dapat  menyaring  dan  melakukan  kroscek  terlebih  dahulu  terhadap
              informasi  yang  beredar.  Sehingga  informasi  yang  masuk  ke  dalam  pikiran  kita  tidak  mudah
              terhasut dengan informasi yang bohong atau hoaks," kata Azis Syamsuddin kepada wartawan,
              Rabu (7/10/2020).

              Politikus  Partai  Golkar  itu  mengharapkan  agar  aparat  kepolisian  dapat  mengungkap  pelaku
              penyebaran hoaks tersebut dan membuka motifnya.
              Dia mengajak seluruh elemen masyarakat dapat bijak dalam menggunakan media sosial.

              "Bijaklah menggunakan sosmed, jangan sampai kita justru harus berurusan dengan penegak
              hukum karena menyebarkan berita yang tidak benar ke publik," ujarnya.

              Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menjelaskan, poin-poin yang terdapat dalam Undang-Undang
              Cipta Kerja seperti Uang Pesangon, UMP, UMK, HMSP dihlangkan tidaklah benar atau informasi
              bohong.

              "Uang pesangon tetap ada tercantum di Bab IV Pasal 89 tentang perubahan Pasal 156. Upah
              minimum tetap ada dan tercantum di Bab IV Pasal 89 tentang perubahan terhadap Pasal 88C
              UU 13 Tahun 2003," ujarnya.
              Terkait dengan Upah Buruh yang dihitung per jam, Hak Cuti Hilang dan Outsourcing diganti
              dengan kontrak seumur hidup juga merupakan hal yang tidak benar.

              "Jangan sampai informasi yang salah semua ini terus disebarkan dan berdampak pada hajat
              hidup orang banyak," katanya.

              Azis menambahkan tidak akan adanya status karyawan tetap juga merupakan informasi yang
              bohong atau hoaks.

              Salam  UU Cipta Kerja  status karyawan tetap masih ada, tercantum dalam Bab IV pasal 89
              tentang perubahan terhadap pasal 56 Uu 13 Tahun 2003.



                                                           586
   582   583   584   585   586   587   588   589   590   591   592