Page 582 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 582

ekonomi dalam negeri. Utamanya pemilihan ekonomi nasional pasca covid-19. Dimana sasaran
              utamanya adalah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya. Bukan hanya dari sisi usaha
              atau investor, Staf Khusus Menkeu Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional, Candra Fajri
              Ananda menjelaskan, UU ini mencoba melindungi keduanya, baik pengusaha maupun pekerja.



              PEMERINTAH PASTIKAN UU CIPTA KERJA LINDUNGI 2 SISI, PEKERJA DAN
              PENGUSAHA

              Rancangan Undang-Undang (RUU)  Cipta Kerja  telah dinyatakan sah sebagai Undang-Undang
              (UU). Meski menuai banyak polemik, Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah
              menyatakan RUU tersebut telah menjadi UU pada 5 Oktober 2020 melalui rapat paripurna di
              DPR.

              Pemerintah menilai, dengan diterbitkannya UU ini, akan dapat membantu pemulihan ekonomi
              dalam negeri. Utamanya pemilihan ekonomi nasional pasca covid-19. Dimana sasaran utamanya
              adalah untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya.

              Bukan hanya dari sisi usaha atau investor, Staf Khusus Menkeu Bidang Perumusan Kebijakan
              Fiskal Regional, Candra Fajri Ananda menjelaskan, UU ini mencoba melindungi keduanya, baik
              pengusaha maupun pekerja.

              "Bisa dilihat dari berbagai aspek secara umum,  UU Cipta Kerja  berusaha melindungi dua sisi,
              pekerja dan pengusaha," kata Staf Khusus Menkeu Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional,
              Candra Fajri Ananda kepada  Liputan6.com  , seperti ditulis Rabu (7/10/2020).

              Untuk  pengusaha  atau  investor,  melalui  UU  ini  dilakukan  pemangkasan  birokrasi.  Sehingga
              perizinan pendirian usaha menjadi lebih efisien. Sementara untuk pekerja, Candra menyebutkan
              sejumlah manfaat yang dimuat dalam UU ini.

              Diantaranya,  pertama,  Kepastian  perlindungan  bagi  pekerja  Perjanjian  Kerja  Waktu  Tertentu
              (PKWT) melalui pemberian jaminan kompensasi.

              Kedua, kepastian pemberian pesangon, dimana pemerintah menerapkan program JKP dengan
              tidak  mengurangi  manfaat  JKK,  JKm,  JHT,  dan  JP,  serta  tidak  menambah  beban  iuran  dari
              pekerja atau pengusaha. Ketiga, pekerjaan alih daya (  outsourcing  ) tetap diatur UU dengan
              tetap memperhatikan putusan MK.
              Lalu  program  JKP  dilaksanakan  pemerintah  melalui  BPJS  Ketenagakerjaan  dengan  tidak
              mengurangi manfaat JKK, JKM, JHT, dan JP, serta tidak menambah beban iuran dari pekerja
              atau pengusaha.

              "Pengaturan jam kerja khusus untuk pekerjaan tertentu, yang sifatnya tidak dapat dilakukan
              pada  jam  kerja  umum,  yang  telah  diatur  UU  Ketenagakerjaan,  dilaksanakan  dengan
              memperhatikan tren pekerjaan yang mengarah kepada pemanfaatan digital. Termasuk industri
              4.0 dan ekonomi digital," kata Candra.

              Enam,  Candra  juga  menerangkan  bahwa  PHK  tetap  mengikuti  persyaratan  yang  diatur  UU
              Ketenagakerjaan. Kemudian,  UU Cipta Kerja  tidak menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil
              yang  telah  diatur  UU  Ketenagakerjaan.  "Ini  yang  sudah  dirumuskan  dan  perlu  aturan
              operasionalnya," kata Candra.
              Sebelumnya,  Konfederasi  Serikat  Pekerja  (KSP)  BUMN  mencibir  terbentuknya  Rancangan
              Undang-Undang (RUU) Omnibus Law  Cipta Kerja  yang telah disahkan menjadi Undang-Undang
              (UU) oleh DPR RI pada Senin, 5 Oktober 2020 kemarin.

                                                           581
   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586   587