Page 580 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 580

Diketahui,  Polri  menerbitkan  surat  telegram  yang  melarang  aksi  buruh menolak  pengesahan
              Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi UU.
              Salah satu alasannya adalah pandemi Covid-19 yang masih berlangung.

              Fatia  menuturkan,  kebebasan  berekspresi  maupun  kebebasan  berkumpul  dapat  tercederai
              dengan adanya telegram tersebut, terutama para buruh yang dirugikan dengan UU Ciptaker.

              Namun,  menurut  Fatia,  publik  terpaksa  berjuang  dengan  turun  ke  jalan  karena  keputusan
              pemerintah yang tidak didasari pada kepentingan masyarakat sendiri.
              Kontras  pun  menilai  bahwa  penanganan  terhadap  aksi  demonstrasi  di  tengah  pandemi
              seharusnya tidak menggunakan cara-cara yang eksesif.

              "Di mana sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan cara-cara tertentu dan tidak perlu melakukan
              atau  meluncurkan  tindakan-tindakan  eksesif,  seperti  surat  telegram  atau  pengawasan  di
              beberapa kanal-kanal atau pusat-pusat industri seperti yang dilakuakn aparat kepolisian dan TNI
              hari ini," tutur Fatia.

              Isinya berupa 12 perintah Kapolri kepada jajaran untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa(unras)
              dan mogok kerja buruh pada tanggal 6-8 Oktober 2020 dalam rangka penolakan Omnibus Law
              RUU Cipta Kerja.

              Di  antaranya  yaitu,  perintah  melakukan  deteksi  dini,  mencegah  aksi  unras  guna  memutus
              penyebaran Covid-19, patroli siber, kontra narasi, menyiapkan rencana pengamanan, hingga
              penegakkan hukum.














































                                                           579
   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584   585