Page 576 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 576

MINTA PRESIDEN CABUT UU CIPTA KERJA, SEKELOMPOK BURUH BEKASI KEMBALI
              MOGOK KERJA HARI INI
              Ketua Cabang Federasi Sektor Pekerja, Percetakan Penerbitan Media dan Informatika, (PC FSP
              PPMI)  SPSI  Kota  dan  Kabupaten  Bekasi  Heri  Sopyan  menyampaikan,  ribuan  buruh  kembali
              menggelar mogok kerja dan unjuk rasa.

              Mereka akan unjuk rasa di lingkungan perusahaannya masing-masing.

              Heri  berharap,  dengan  adanya  aksi  ini  Presiden  dapat  menerbitkan  peraturan  pemerintah
              pengganti undang-undang (Perppu) untuk mencabut omnibus law UU Cipta Kerja.

              Sebab menurut dia, isi dari UU Cipta Kerja itu sangat merugikan para buruh.

              "Nah  harapan  buruh-buruh  Kabupaten  Bekasi,  Presiden  tegas  membuat  Perppu  mencabut
              Undang-undang omnibus law Cipta Kerja yang telah disahkan itu," ujar Heri, Rabu (7/10/2020).

              "Harusnya tetap turun ke jalan, berkeliling Kota Kabupaten Bekasi. Rencananya ada ribuan buruh
              kemungkinan bisa bertambah lagi," ujar Heri.

              Sekertaris DPC Konfederasi Serikat Pekerja se-Indonesia Kabupaten Kota Bekasi, Fajar Winarno
              mengatakan, aksi mogok kerja masih berlangsung hingga tiga hari.

              "Sesuai dengan instruksi sebelumnya, kita sampai tiga hari. Hari ini masih mogok kerja nasional
              di lingkungan perusahaannya masing-masing," ujar Fajar.

              Fajar mengaku penjagaan pihak aparat makin ketat di kawasan industri.

              Padahal rencananya, hari ini ada aksi gabungan buruh Kota Kabupaten Bekasi untuk long march
              keliling perusahaan.

              "Belum bisa dipastikan (berapa banyak), karena laporan teman-teman dari Jababeka, Hyundai,
              Ejip banyak aparat. Jadi kita koordinasi dengan teman-teman karena kalau keluar penjagaan,
              aparat makin banyak. Berbeda dengan kemarin, jadi kita lihat situasi di lapangan. Karena yang
              dikhawatirkan aparat kalau konvoi mengganggu masyarakat umum," kata Fajar.

































                                                           575
   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580   581