Page 579 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 579
Judul Demo Buruh Dilarang tapi Pilkada Jalan Terus, Ini Kata Kontras...
Nama Media kompas.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://nasional.kompas.com/read/2020/10/07/10002661/demo-buruh-
dilarang-tapi-pilkada-jalan-terus-ini-kata-kontras
Jurnalis Devina Halim
Tanggal 2020-10-07 10:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Fatia Maulidiyanti (Koordinator Komisi) Hal itu sebenarnya tidak apple to apple
ataupun tidak setara dengan bagaimana pemerintah memperbolehkan atau mengeluarkan
kebijakan-kebijakan lainnya yang juga bertentangan dengan penanganan Covid-19 itu sendiri
neutral - Fatia Maulidiyanti (Koordinator Komisi) Di mana sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan
cara-cara tertentu dan tidak perlu melakukan atau meluncurkan tindakan-tindakan eksesif,
seperti surat telegram atau pengawasan di beberapa kanal-kanal atau pusat-pusat industri
seperti yang dilakuakn aparat kepolisian dan TNI hari ini
Ringkasan
Pandemi Covid-19 yang dijadikan alasan untuk melarang aksi unjuk rasa dinilai bertentang
dengan sejumlah kebijakan pemerintah. Contohnya, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.
Demikian disampaikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras)
Fatia Maulidiyanti dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/10/2020).
DEMO BURUH DILARANG TAPI PILKADA JALAN TERUS, INI KATA KONTRAS...
Pandemi Covid-19 yang dijadikan alasan untuk melarang aksi unjuk rasa dinilai bertentang
dengan sejumlah kebijakan pemerintah. Contohnya, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.
Demikian disampaikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras)
Fatia Maulidiyanti dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/10/2020).
"Hal itu sebenarnya tidak apple to apple ataupun tidak setara dengan bagaimana pemerintah
memperbolehkan atau mengeluarkan kebijakan-kebijakan lainnya yang juga bertentangan
dengan penanganan Covid-19 itu sendiri," kata Fatia.
578

