Page 583 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 583

Sekretaris Jenderal KSP BUMN Achmad Yunus menyatakan, ada beberapa pasal di RUU  Cipta
              Kerj  a yang dinilai memberatkan para buruh dan pekerja. Ketidakjelasan ini semakin menguat
              lantaran kelompok serikat pekerja yang dibawahinya saat ini belum mendapatkan lampiran sah
              aturan baru tersebut.

              "Cluster ketenagakerjaan  memberikan  ketidakpastian  hukum,  banyak  catatan  dan saya tidak
              hapal  betul  pasal-pasalnya,  karena  sedang  tidak  pegang  dokumennya,"  ujar  Yunus  kepada
              Liputan6.com  , Senin (6/10/2020).

              Secara  garis  besar,  KSP  BUMN  disebutnya  sepakat  dengan  kelompok  buruh/pekerja  lainnya,
              bahwa  UU    Cipta  Kerj    a  bakal  melemahkan  posisi  tenaga  kerja,  dan  justru  memperkuat
              perusahaan pemberi kerja.

              "Intinya, kami sependapat dengan organisasi yamg lain bahwa disahkannya RUU ini menjadi UU
              mengkonfirmasi bahwa demokrasi kita dibangun dari, untuk dan oleh kapitalisme," tegasnya.

              Namun secara sikap, Yunus mengatakan, KSP BUMN memilih untuk tidak ikut melakukan aksi
              mogok kerja nasional sebagai bentuk protes terhadap pengesahan UU  Cipta Kerja  .

              "Cuman khusus pekerja BUMN kita tidak boleh ikut mogok seperti yang lain. Kekecewaan dan
              penolakan itu telah terwakili," ungkap Yunus.




















































                                                           582
   578   579   580   581   582   583   584   585   586   587   588