Page 588 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 588

"Semua pekerja pasti mengharapkan menjadi karyawan tetap, jadi tidak mungkin di hapuskan,"
              ujarnya.
              Mengenai perusahaan yang dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kapanpun juga
              merupakan hal yang tidak benar.

              Perusahaan tidak bisa melakukan PHK secara sepihak dan tercantum dalam Bab IV Pasal 90
              tentang perubahan terhadap Pasal 151 UU 13 Tahun 2003.

              "Semua ada aturannya dan tidak boleh sepihak," ucapnya.
              Mantan  Ketua  Banggar  itu  juga  menekankan,  Jaminan  Sosial  dan  Kesejahteraan  yang
              digaungkan akan dihilangkan tidaklah benar.

              Isu karyawan berstatus tenaga kerja harian juga berita bohong semata.

              Status karyawan tetap masih ada dan tercantum dalam Bab IV Pasal 89 tentang perubahan
              terhadap Pasal 56 Ayat 1 UU 13 Tahun 2003.
              Sementara itu terkait dengan Isu Pekerja yang meninggal ahli warisnya tidak dapat pesangon
              juga berita yang hoaks semata.

              "Jaminan Sosial masih ada dan tercantum di Bab IV Pasal 89 tentang perubahan terhadap Pasal
              18 UU 40 Tahun 2004. " Ahli waris tetap dapat pesangaon dan tercantum dalam Bab IV Pasal
              61," pungkas Azis.

              Adapun  DPR  telah  mengesahkan  RUU  Cipta  Kerja  menjadi  UU  pada  Rapat  Paripurna  Senin
              (5/10/2020).

              Dalam rapat itu, terdapat dua fraksi yaitu  PKS  dan Demokrat menolak pengesahan Omnibus
              Law Cipta Kerja.
              Insiden Mikrofon Mati  Insiden mikrofon mati saat saat anggota Fraksi Demokrat menyampaikan
              interupsi dalam rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020)
              viral di media sosial.

              Rapat  paripurna  pengesahan  RUU  Cipta  kerja  tersebut  dipimpin  Wakil  Ketua    DPR  RI    Azis
              Syamsuddin  .

              Sebelum pengesahan Azis sempat beradu pendapat dengan anggota Fraksi  Partai Demokrat
              Benny K Harman dalam rapat paripurna tersebut.

              Mengenai insiden tersebut,  Azis Syamsuddin  membantah bila mikrofon sengaja dimatikan.

              "Kalau miknya mati itu di dalam tatib setiap lima menit mik otomatis mati. Diatur di dalam tata
              tertib disahkan dalam rapat paripurna tanggal 2 April 2020," kata Azis di Kompleks Parlemen,
              Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

              Diketahui, pada rapat paripurna kemarin, Benny merasa tidak diberikan hak berbicara.

              Sedangkan  Aziz  menyampaikan  bahwa  Fraksi  Demokrat  sudah  diberi  tiga  kali  kesempatan
              berbicara dalam rapat paripurna itu.
              Azis membantah dirinya meminta Ketua  DPR RI  Puan Maharani mematikan mik saat interupsi
              dari Fraksi  Partai Demokrat  .





                                                           587
   583   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593