Page 578 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 578

"Pertemuan  kemarin  ternyata  di  detik-detik  akhir  sidang  paripurna,"  kata  Andi  kepada
              Kompas.com, Selasa (6/10/2020).
              "Tapi yang penting, kami menyampaikan pasal-pasal mana yang kami anggap merugikan dan
              sudah pasti menyengsarakan buruh Indonesia," lanjut dia.

              Pasal yang ungkapkan Andi antara lain mengenai pesangon buruh yang dikurangi, kemudian
              terkait tenaga kerja asing dan outscorcing.

              Andi tidak menceritakan lebih rinci bagaimana respons  Presiden Jokowi  mengenai pasal-pasal
              bermasalah yang ia sampaikan tersebut.

              Kendati belum berhasil mengagalkan pengesahan  UU Cipta Kerja  melalui pertemuan dengan
              Presiden Jokowi, KSPSI akan menempuh jalur lain untuk membatalkan UU Cipta Kerja.

              Cara yang akan ditempuh, yakni melalui uji materiil di Mahkamah Konstitusi (MK).

              "KSPSI sebagai konfederasi buruh terbesar akan mengambil langkah konstutisional, yaitu judicial
              review ke MK," ujar dia.

              KSPSI, lanjut Andi, juga sudah membentuk tim hukum untuk melakukan permohonan uji materiil.

              Sejumlah advokat ternama pun disebut sudah bersedia untuk membantu KSPSI melayangkan
              permohonan gugatan ke MK.

              Namun ia enggan mengungkapkan siapa saja advokat yang akan mendampingi buruh dalam
              proses uji materiil di MK nantinya.

              "Belum nama-namanya, tapi banyak sekali advokat yang mau berjuang bersama buruh di MK,"
              ucap dia.

              Diberitakan  sebelumnya,  pengesahan  Omnibus Law  Rancangan  Undang-Undang  (RUU)  Cipta
              Kerja  oleh  DPR pada  Senin  (5/10/2020)  mendapatkan perlawanan  dari serikat buruh  hingga
              detik-detik terakhir.

              Jelang satu jam sebelum RUU disahkan menjadi UU, dua pemimpin serikat buruh, yakni Presiden
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea
              datang menemui Presiden Joko Widodo.

              Mereka menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 13.45 WIB.

              Keduanya sejak awal gencar menolak pembahasan dan pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi
              UU.

              Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan enam mata itu berlangsung tertutup sekitar
              satu jam.

              Tak lama setelah pertemuan tersebut, DPR memulai rapat paripurna yang salah satu agendanya
              adalah mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU.













                                                           577
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583