Page 604 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 604

"Untuk agenda DPR itu kan kemungkinan sudah enggak ada. Informasi terakhir yang muncul itu
              tanggal 7 dan 8 sudah masa reses. Nah, rencananya kemarin di konsolidasi nasional kita malah
              akan aksi di Istana Negara," kata Sunarno kepada  CNNIndonesia.com,  Selasa (6/10) malam.

              Sunarno menyebut, aksi di istana akan mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan
              Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pencabutan UU Ciptaker.

              Sunarno memperkirakan aksi di istana akan diikuti setidaknya 20 ribu massa gabungan. Bukan
              hanya  massa  buruh,  melainkan  juga  elemen  mahasiswa  dan  organisasi  gerakan  masyarakat
              secara umum.

              "Kalau di istana, perkiraan itu dari buruh, teman-teman mahasiswa, dan organisasi gerakan lain,
              sekitar 20 ribu," kata dia.

              Pengesahan RUU Ciptaker berbuntut aksi penolakan dari berbagai kelompok masyarakat. Hingga
              saat ini, sejumlah aksi penolakan oleh buruh, mahasiswa, maupun organisasi masyarakat sipil
              lain  dilakukan  di  berbagai  daerah  mulai  dari  Bandung,  Tangerang,  Bekasi,  Subang,  Cimahi,
              hingga Surabaya.

              Sunarno mencatat, gelaran aksi KASBI di beberapa wilayah memang tak sedikit yang berujung
              bentrok. Namun demikian, menurut dia, hal itu tak membuat buruh patah semangat untuk terus
              menyuarakan aksi penolakan terhadap UU Ciptaker.

              "Kalau yang kami di KASBI sebenernya udah biasa juga. Enggak masalah itu. Kalau kawan-kawan
              itu malah tambah semangat, tambah solid," kata dia.

              Sunarno memastikan KASBI akan memaksimalkan aksi unjuk rasa hingga 8 Oktober mendatang
              demi mendesak Jokowi mencabut pengesahan UU Ciptaker.

              Langkah itu menjadi upaya massa buruh sebelum opsi mengajukan judicial review atau uji materi
              ke Mahkamah Konstitusi (MK).

              DPR sebelumnya telah mengesahkan RUU Omnibus Law Ciptaker menjadi UU melalui sidang
              paripurna Senin (5/10) lalu.

              Jadwal pengesahan ini dipercepat dari jadwal semula 8 Oktober. DPR juga mempercepat masa
              reses mulai 6 Oktober kemarin.
              Sejumlah  serikat  buruh  di  berbagai  wilayah  pun  mengancam  aksi  mogok  nasional  menolak
              pengesahan UU Ciptaker tersebut.

              Aksi  di  Bandung  sendiri  sempat  berujung  ricuh.  Massa  di  depan  gedung  DPRD  Jawa  Barat
              menggelar aksi teatrikal hingga bakar ban.

              (thr).

















                                                           603
   599   600   601   602   603   604   605   606   607   608   609