Page 606 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 606

keberatan rakyat mengajukan gugatan ke PTUN apabila perusahaan atau pejabat tata usaha
              negara  menerbitkan  izin  lingkungan  tanpa  disertai  Amdal.  Sangat  jelas  disini,  DPR  dan
              Pemerintah berpihak pada kepentingan korporasi dan oligarki tanpa peduli terhadap kerusakan
              lingkungan dan kehidupan rakyat

              positive - Agus Mulyono Herlambang (Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam
              Indonesia  (PB  PMII))  PB  PMII  juga  kecewa  DPR  dan  Pemerintah  mengkapitalisasi  sektor
              pendidikan  dengan  memasukan  aturan  pelaksanaan  perizinan  sektor  pendidikan  melalui
              perizinan berusaha dan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Pemerintah. Hal ini termuat dalam
              Paragraf 12 Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 65 ayat (1) dan (2) UU Cipta Kerja



              Ringkasan

              -  Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono
              Herlambang  menyerukan  kepada  seluruh  anggotanya  di  Indonesia  untuk  melakukan  aksi
              penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja. Sebab, Pemerintah dan
              DPR  dinilai  telah  memfasilitasi  kepentingan  monopoli  ekonomi  korporasi  dan  oligarki  yang
              dilegalkan dalam UU Cipta Kerja, bukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.



              PB PMII INSTRUKSIKAN ANGGOTANYA GELAR AKSI PENOLAKAN OMNIBUS LAW
              -  Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono
              Herlambang  menyerukan  kepada  seluruh  anggotanya  di  Indonesia  untuk  melakukan  aksi
              penolakan terhadap Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja. Sebab, Pemerintah dan
              DPR  dinilai  telah  memfasilitasi  kepentingan  monopoli  ekonomi  korporasi  dan  oligarki  yang
              dilegalkan dalam UU Cipta Kerja, bukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

              "Untuk itu, PB PMII menolak keras UU Cipta Kerja dan mengintruksikan PMII di seluruh Indonesia
              untuk melakukan aksi penolakan UU Cipta Kerja," kata Agus Mulyono dalam keterangannya,
              Rabu (7/10).

              Agus  berpendapat,  UU  Cipta  Kerja  tidak  mencerminkan  pemerintahan  yang  baik  (    good
              governance  ). PB PMII juga berencana akan melakukan  judicial review  (JR) ke Mahkamah
              Konstitusi (MK) terkait UU Cipta Kerja yang dinilai menyengsarakan rakyat.
              ''Tentu, PB PMII akan melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, sebab sebelumnya PB PMII
              pun pernah melakukan uji materi UU MD3 ke MK. Maka, tidak segan-segan PB PMII melakukan
              uji materi UU Cipta Kerja," cetus Agus.

              UU  Cipta  Kerja,  sambung  Agus,  akan  mengubah  banyak  tatanan  kehidupan  perekonomian
              daerah dan nasional. Serta juga akan berdampak pada perubahan ekonomi keuangan individu
              rakyat.

              Dalam  proses  pembentukannya,  produk  legislasi  itu  dinilai  tidak  partisipatif  dan  eksklusif.
              Seharusnya,  proses  pembuatannya  dilakukan  dengan  para  pekerja  untuk  menyerap  aspirasi
              pihak pekerja yang diatur.

              ''Proses pembentukannya melanggar prinsip kedaulatan rakyat sesuai Pasal 1 ayat (2) UUD 1945
              dan  tidak  mencerminkan  asas  keterbukaan  sesuai  Pasal  5  UU  No.  12  Tahun  2011  tentang
              Pembentukan  Peraturan  Perundang-Undangan.  Terlebih,  pembentukan  dan  pengesahannya
              dilakukan ditengah pandemi Covid-19," cetus Agus.



                                                           605
   601   602   603   604   605   606   607   608   609   610   611