Page 639 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 639

Undang-undang Cipta Kerja (  UU Ciptaker)  ini dilakukan di Semarang, Surabaya, Pasuruan,
              Gresik, Medan, Batam, Banjarmasin, dan Gorontalo.
              (  SINDOnews  , Rabu (7/10/2020)  Said Iqbal menyatakan mogok nasional ini memiliki sejumlah
              dasar  hukum.  Adapun  aturan,  antara  lain,  UU  Nomor  9  Tahun  1998  tentang  Kemerdekaan
              Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja.

              Pada pasal 4 UU tersebut dinyatakan salah satu fungsi serikat pekerja adalah merencanakan dan
              melaksanakan mogok. Selain itu, mogok nasional itu sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 1999
              Tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan
              Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik.

              "Aksi buruh dilakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarkis. Aksi ini dilakukan semata-semata
              untuk meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membatalkan omnibus law,"
              tegas Said Iqbal.

              KSPI menilai UU Ciptaker memiliki sejumlah masalah. Beberapa poin yang menjadi keberatan
              para buruh adalah pengurangan pesangon, karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup,
              dan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) dihilangkan. Masalah lainnya, ada syarat
              khusus  untuk  penetapan  upah  minimum  kabupaten/kota,  hingga  potensi  hilangnya  jaminan
              kesehatan dan pensiun.
              (  "KSPI mengimbau buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar tidak
              terpapar COVID-19. Para buruh harus tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga
              jarak," pungkasnya.

              (kri).











































                                                           638
   634   635   636   637   638   639   640   641   642   643   644