Page 636 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 636
Judul Demo Penolakan Omnibus Law Disorot Media-media Asing
Nama Media wartaekonomi.co.id
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.wartaekonomi.co.id/read307679/demo-penolakan-
omnibus-law-disorot-media-media-asing
Jurnalis Redaksi
Tanggal 2020-10-07 09:01:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
positive - Al Jazeera (None) Parlemen mengesahkan RUU Cipta Kerja 'Omnibus', merevisi lebih
dari 70 undang-undang yang ada untuk mempercepat reformasi ekonomi dan meningkatkan
iklim investasi di negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara
negative - The Australian (None) UU baru secara signifikan mengubah kompensasi pekerja
seperti pesangon, cuti berbayar, asuransi kesehatan dan hak pensiun. Sekelompok investor
mengeluarkan pernyataan peringatan bahwa UU tersebut dapat membahayakan hutan Indonesia
negative - The Guardian (None) Pemerintah berpendapat UU akan membuat negara lebih
menarik bagi investor, di saat ekonomi sedang terguncang akibat dampak COVID-19. Jutaan
orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, yang menginfeksi lebih dari 300 ribu orang di
Indonesia
Ringkasan
Penolakan terhadap Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan DPR, datang
dari berbagai pihak khususnya dari buruh dan pekerja. Di berbagai daerah di Indonesia,
keputusan ini menuai tentangan, unjuk rasa dan petisi online yang telah ditandatangani hampir
satu juta orang. Isu ini ternyata juga disoroti oleh dunia internasional, yang dimuat oleh berbagai
portal berita luar negeri. Salah satunya Al Jazeera, media berbahasa Arab dan Inggris yang
berbasis di Doha, Qatar.
DEMO PENOLAKAN OMNIBUS LAW DISOROT MEDIA-MEDIA ASING
Penolakan terhadap Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan DPR, datang
dari berbagai pihak khususnya dari buruh dan pekerja. Di berbagai daerah di Indonesia,
keputusan ini menuai tentangan, unjuk rasa dan petisi online yang telah ditandatangani hampir
satu juta orang.
635

