Page 644 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 644

Sejumlah  buruh  mengikuti  aksi  long  march  di  kawasan  Jatiuwung,  Kota  Tangerang,  Banten,
              Selasa, 6 Oktober 2020, menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap merugikan kaum
              pekerja. (ANTARA FOTO/Fauzan)   Krisis Sosial dan Lingkungan  Koalisi Rakyat Untuk Keadilan
              Perikanan (KIARA) menyebut Pemerintah dan DPR telah bersama-sama menciptakan krisis sosial
              dan krisis lingkungan yang semakin parah melalui pengesahan Undang-undang Omnibus Law
              Ciptaker jadi undang-undang.

              Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati menyebut, Pemerintah dan DPR telah bersama-sama
              menciptakan ketidakadilan, bahkan kedua lembaga negara itu telah mengkhianati amanat UUD
              1945 yang memberikan mandat, diantaranya untuk menciptakan kesejahteraan bersama serta
              mencerdaskan kehidupan berbangsa.

              "Melalui Undang-undang ini, Pemerintah dan DPR akan menciptakan ketidakadilan, krisis sosial
              dan  krisis  lingkungan  hidup  semakin  parah,"  kata  Susan  melalui  rilis  yang  diterima
              CNNIndonesia.com, Selasa (6/10).

              Susan menerangkan bagi kehidupan pesisir, di laut bahkan di pulau-pulau kecil yang tersebar di
              Indonesia undang-undang ini menjadi ancaman yang sangat besar. Ia menyatakan para investor
              mendapat kemudahan investasi tanpa ada persyaratan sosial, ekologis, dan budaya.

              "Dampaknya, kehancuran bagi kawasan pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil akan semakin masif
              terjadi," tegas Susan.

              Seorang buruh ikut melakukan mogok kerja dan berunjuk rasa tolak UU Ciptaker di pabrik tempat
              mereka  bekerja  di  kawasan  MM2100,  Cikarang  Barat,  Jawa  Barat,  Selasa,  6  Oktober  2020.
              (CNNIndonesia/Safir Makki)   Pihaknya pun menduga berkat UU Ciptaker akan terjadi eksploitasi
              sumber daya alam di kawasan pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil akan semakin masif.

              Susan  juga  menyinggung  soal  tak  dilibatkannya  masyarakat  bahari  yang  terdiri  dari  nelayan
              tradisional atau nelayan skala kecil, perempuan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam,
              pelestari ekosistem pesisir, dan masyarakat adat pesisir yang semakin terancam hidupnya dalam
              pembahasan RUU itu.

              "UU  Cipta  Kerja  akan  terus  menggusur  ruang  hidup  nelayan  dan  masyarakat  pesisir  atau
              masyarakat bahari lainnya. Ini adalah perampokan terhadap kedaulatan masyarakat bahari,"
              kata dia.

              Untuk  itu,  Susan  mengajak  seluruh  elemen  masyarakat  terus  melakukan  penolakan  serta
              perlawanan terhadap UU Cipta Kerja.

              (rzr, tst/kid).






















                                                           643
   639   640   641   642   643   644   645   646   647   648   649