Page 749 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 749
MENAKER NILAI RUU CIPTA KERJA SUDAH AKOMODIR TUNTUTAN BURUH
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah angkat bicara terkait pengesahan Rancangan
Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja Omnibus Law, yang telah disahkan DPR RI. Dalam RUU
tersebut, menurutnya sudah mengakomodir aspirasi dari para buruh.
"Saya ingin sampaikan kepada teman-teman pekerja, teman-teman serikat pekerja, sarikat
Buruh bahwa aspirasi teman-teman sudah kami akomodasi. Banyak berita yang beredar
dikalangan teman-teman pekerja atau buruh yang jauh dari kenyataannya," kata Ida, saat
ditemui di Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (6/10/2020).
Oleh karena itu, aksi buruh hingga turun ke jalan dinilainya tidak relevan. Ia pun meminta para
buruh atau pekerja kembali menelaah dengan lebih baik apa yang tertuang di dalam RUU Cipta
Kerja tersebut.
"Apa yang diatur yang menjadi tuntutan teman-teman sudah kami akomodasi. Jadi, ketika semua
sudah kami akomodasi semaksimal mungkin buruh turun ke jalan menjadi tidak relevan. Saya
berharap teman-teman baca kembali RUU Cipta Kerja," jelasnya.
Hal itu pun sudah disampaikanya melalui surat terbuka yang ditujukan kepada para buruh atau
serikat pekerja. Pada dasarnya, surat itu mengajak untuk melihat kembali isi RUU Cipta Kerja
yang telah mengakomodir tuntutan buruh dan pekerja.
"Saya menyampaikan bahwa isi surat itu, saya mengajak teman-teman untuk membuka kembali,
melihat kembali dengan tenang RUU Cipta Kerja ini. Di sana tuntutan teman-teman kami
akomodasi. Karena itu aspirasi teman-teman dari sana kami sampaikan RUU ke klaster
Ketenagakerjaan," ungkapnya.
Ida juga mengajak para buruh, serikat pekerja hingga perusahaan untuk duduk bersama
menyempurnakan RUU Cipta Kerja. Namun, bukan untuk merevisi.
"Saya mengajak kembali untuk duduk bersama. Ada perintah untuk mengatur lebih detail dari
UU Cipta Kerja ini. Mari saya mengajak kepada stekholder ketenagakerjaan, kita duduk bersama
untuk menyempurnakan kembali peraturan pemerintah dan dari duduk bersama ini, kita bisa
memberikan perlindungan kepada pekerja. Bukan revisi, undang-undang kan memerintahkan
untuk mengatur lebih detail dalam peratuan pemerintah. Kita sepakat teman-teman akan ikut
memberikan masukan untuk RUU peraturan pemerintahnya," tutup Ida. (wal).
748

