Page 757 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 757

Ringkasan

              MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah merespon ihwal tujuh poin yang ditolak oleh serikat
              buruh menyoal klaster ketenagakerjaan dalam Undang Undang Cipta Kerja yang telah disetujui
              DPR, Senin (5/10).

              Pemerintah disebut telah menerapkan prinsip-prinsip umum dalam perumusan aturan di klaster
              ketenagakerjaan memerhatikan hasil putusan Mahkamah Konstitusi atas uji materi UU 13/2003
              dan ketentuan mengenai sanksi ketenagakerjaan yang dikembalikan kepada UU 13/2003.



              MENAKER RESPON PENOLAKKAN BURUH SOAL UU CIPTA KERJA

              MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah merespon ihwal tujuh poin yang ditolak oleh serikat
              buruh menyoal klaster ketenagakerjaan dalam Undang Undang Cipta Kerja yang telah disetujui
              DPR, Senin (5/10).

              Pemerintah disebut telah menerapkan prinsip-prinsip umum dalam perumusan aturan di klaster
              ketenagakerjaan memerhatikan hasil putusan Mahkamah Konstitusi atas uji materi UU 13/2003
              dan ketentuan mengenai sanksi ketenagakerjaan yang dikembalikan kepada UU 13/2003.

              Menyoal Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), UU Cipta Kerja tetap mengatur syarat dan
              perlindungan bagi pekerja PKWT yang menjadi dasar dalam penyusunan perjanjian kerja.

              "Disamping itu, UU Cipta Kerja mengatur perlindungan tambahan berupa kompensasi kepada
              pekerja atau buruh pada saat berakhirnya PKWT," kata Ida melalui keterangan tertulis, Selasa
              (6/10).

              Dia menambahkan, syarat dan perlindungan bagi pekerja dalam kegiatan alih daya (outsourcing)
              tetap dipertahankan dalam produk hukum baru itu. Bahkan dalam UU itu pula diletakkan prinsip
              pengalihan  perlindungan  hak-hak  bagi  pekerja  apabila  terjadi  pergantian  perusahaan
              outsourcing. Hal itu dinilai sesuai dengan amanat putusan Mahkamah Konstitusi No. 27/PUU-
              IX/2011.

              "Disamping itu, dalam rangka pengawasan terhadap perusahaan outsourcing, RUU Cipta Kerja
              juga mengatur syarat-syarat perizinan terhadap perusahaan outsourcing yang terintegrasi dalam
              sistem Online Single Submission (OSS)," jelas Ida.

              Menyoal  waktu  kerja,  imbuh  dia,  ketentuannya  tetap  diatur  seperti  UU  eksisting  yakni  UU
              13/2003 dan menambah ketentuan baru mengenai pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat
              pada sektor usaha dan pekerjaan tertentu. Hal itu untuk mengakomodir tuntutan perlindungan
              pekerja pada bentuk-bentuk hubungan kerja dan sektor tertentu yang di era ekonomi digital saat
              ini berkembang secara dinamis.

              Kemudian terkait upah, Ida bilang, UU Cipta Kerja tetap mengatur hak-hak dan perlindungan
              upah bagi pekerja seperti apa yang ada dalam peraturan perundang-undangan eksisting UU
              13/2003 dan Peraturan Pemerintah 78/2015. Nantinya, juga akan diatur dalam PP yang baru.

              "Terdapat  penegasan  variabel  dan  formula  dalam  penetapan  upah  minimum  berdasarkan
              pertumbuhan  ekonomi  dan  inflasi.  Selain  itu,  ketentuan  mengenai  upah  minimum
              Kabupaten/Kota tetap dipertahankan. Dengan adanya kejelasan dalam konsep penetapan upah
              minimum  dimaksud,  maka  UU  Cipta  Kerja  menghapus  ketentuan  mengenai  penangguhan
              pembayaran upah minimum," terang Ida.





                                                           756
   752   753   754   755   756   757   758   759   760   761   762