Page 760 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 760

MENAKER: PENYUSUNAN UU CIPTA KERJA LIBATKAN PARTISIPASI ORGANISASI
              BURUH INTERNASIONAL
              Menteri Ketenagakerjaan  Ida Fauziyah  menyebut bahwa proses penyusunan Omnibus Law
              Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sejatinya telah melibatkan partisipasi publik.

              Adapun unsur yang terlibat dalam pembahasan UU tersebut meliputi pekerja/buruh yang diwakili
              serikat  pekerja/serikat  buruh,  pengusaha,  kementerian/lembaga,  praktisi  dan  akademisi  dari
              perguruan tinggi serta lembaga lainnya, seperti International Labour Organization (ILO).

              "Rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam RUU Cipta Kerja saat ini merupakan inti sari
              dari  hasil  kajian  pakar/ahli,  focus  group  discussion  (FGD),  Rembug  Tripartit  (pemerintah,
              pekerja/buruh  dan  pengusaha)  yang  sejak  lama  dilakukan  atas  beberapa  materi
              ketenagakertjaan yang krusial. Bahkan, pada saat  UU Cipta Kerja  telah masuk dalam tahap
              pembahasan di DPR," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

              Ida  menjelaskan,  sesuai  arahan  Presiden  Joko  Widodo  pada  24  April  2020,  pemerintah
              melakukan kembali pendalaman rumusan klaster ketenagakerjaan yang melibatkan pengusaha
              (Apindo)  dengan  perwakilan  Konfederasi  Serikat  Pekerja/Serikat  Buruh.  Dalam  pertemuan
              tersebut, lanjut dia, pemerintah banyak menerima masukan dari serikat pekerja/serikat buruh.

              "Pemerintah menyadari bahwa dalam proses penyusunan RUU Cipta Kerja, terdapat perbedaan
              pandangan pro-kontra. Perbedaan pandangan ini tentu saja merupakan hal yang wajar dalam
              dinamika sosial dan demokrasi. Namun demikian, pada akhirnya pemerintah harus memutuskan
              dan menyiapkan draf yang akan dibahas bersama DPR," ungkapnya.

              Di sisi lain, kata Ida, proses pembahasan UU Cipta Kerja antara pemerintah dan DPR berjalan
              secara  transparan.  Bahkan  untuk  pertama  kalinya  pembahasan  suatu  UU  dilakukan  secara
              terbuka dan disiarkan melalui kanal-kanal media sosial yang tersedia. Hal ini dimaksudkan agar
              publik dapat mengawal proses pembahasan UU Cipta Kerja secara seksama.
              "Kita telah menyaksikan bahwa proses pembahasan UU Cipta Kerja di DPR berjalan dinamis,
              demokratis dan konstruktif. Pemerintah menerima banyak masukan dari Panja DPR sehingga
              menghasilkan perubahan rumusan ketentuan dalam klaster ketenagakerjaan," katanya.

              Sebagai informasi, DPR telah mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-
              undang melalui rapat paripurna, Senin (5/10/2020) kemarin. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
              mengetuk palu tanda pengesahan setelah mendapatkan persetujuan dari semua peserta rapat.

              Ketua  Badan  Legislasi  (Baleg)  DPR  Supratman  Andi  Agtas  dalam  pemaparannya  di  rapat
              paripurna menjelaskan, RUU Cipta Kerja dibahas melalui 64 kali rapat sejak 20 April hingga 3
              Oktober 2020. RUU Cipta Kerja terdiri atas 15 bab dan 174 pasal.





















                                                           759
   755   756   757   758   759   760   761   762   763   764   765