Page 762 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 762

"Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh, sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog
              tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.
              Aspirasi  kalian  sudah  kami  dengar,  sudah  kami  pahami.  Sedapat  mungkin  aspirasi  ini  kami
              sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari
              berbagai  kalangan,"  tulis  Menaker  Ida  dalam  surat  terbuka  yang  diterima  dari  Kementerian
              Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin malam.

              "Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh, sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog
              tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.
              Aspirasi  kalian  sudah  kami  dengar,  sudah  kami  pahami.  Sedapat  mungkin  aspirasi  ini  kami
              sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari
              berbagai  kalangan,"  tulis  Menaker  Ida  dalam  surat  terbuka  yang  diterima  dari  Kementerian
              Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin malam.

              Mengingat pandemi COVID-19 masih tingggi, Ida meminta agar para serikat untuk memikirkan
              kembali rencana mogok nasional karena situasi jelas tidak memungkinkan untuk berkerumun di
              jalan.
              "Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.

              Menaker Ida meminta agar serikat pekerja dan buruh untuk tidak mengambil risiko yang dapat
              membahayakan nyawa pekerja dan keluarga mereka.Ia mengatakan, banyak permintaan yang
              telah diakomodir maka menurut dia mogok sudah tidak relevan.

              Menaker Ida mengajak para anggota serikat pekerja dan buruh untuk kembali duduk bersama
              dengan semangat melindungi yang masih bekerja dan kini sedang menganggur.

              "Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya
              percaya  kita  selalu  bisa  menemukan  jalan  tengah  yang  saling  menenangkan.  Kita  sedang
              berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan," tegasnya.
              Sebelumnya, 32 federasi dan konfederasi serikat buruh seperti KSPI, KSPSI AGN, beberapa yang
              tergabung  dalam  KSPSI  pimpinan  Yorrys  seperti  SP  LEM  dan  aliansi  serikat  pekerja  seperti
              GEKANAS (Gerakan Kesejahteraan Nasional) mengatakan akan melakukan aksi serempak mogok
              nasional pada 6-8 Oktober 2020.
              Mereka menentang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang telah disetujui DPR menjadi
              udang-undang.

              "Mogok  nasional  ini  dilakukan  sesuai  dengan  UU  No.  9  Tahun  1998  tentang  Kemerdekaan
              Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU No. 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang
              menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan
              pemogokan," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Iqbal.

              Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan dilakukan para adalah UU No. 39 Tahun 1999
              tentang HAM dan UU No. 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang
              Hak-Hak Sipil dan Politik.













                                                           761
   757   758   759   760   761   762   763   764   765   766   767