Page 783 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 783
Judul UU Cipta Kerja Dinilai Produk Demokrasi Kapitalisme
Nama Media liputan6.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.liputan6.com/bisnis/read/4375302/uu-cipta-kerja-dinilai-
produk-demokrasi-kapitalisme
Jurnalis Maulandy Rizky Bayu Kencana
Tanggal 2020-10-06 16:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Achmad Yunus (Sekretaris Jenderal KSP BUMN) Cluster ketenagakerjaan memberikan
ketidakpastian hukum, banyak catatan dan saya tidak hapal betul pasal-pasalnya, karena sedang
tidak pegang dokumennya
neutral - Achmad Yunus (Sekretaris Jenderal KSP BUMN) Intinya, kami sependapat dengan
organisasi yamg lain bahwa disahkannya RUU ini menjadi UU mengkonfirmasi bahwa demokrasi
kita dibangun dari, untuk dan oleh kapitalisme
negative - Achmad Yunus (Sekretaris Jenderal KSP BUMN) Cuman khusus pekerja BUMN kita
tidak boleh ikut mogok seperti yang lain. Kekecewaan dan penolakan itu telah terwakili
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa
kita menyimpulkan bahwa RUU Cipta Kerja akan rentan terhadap PHK pekerja/buruh. Padahal
semangat yang dibangun dalam RUU Cipta Kerja ini justru untuk memperluas penyediaan
lapangan kerja
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) RUU Cipta Kerja tetap memberikan ruang
bagi Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya yang
sedang mengalami proses PHK
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja (KSP) BUMN mencibir terbentuknya Rancangan Undang-Undang
(RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi Undang-Undang (UU) oleh DPR
RI pada Senin, 5 Oktober 2020 kemarin.
Sekretaris Jenderal KSP BUMN Achmad Yunus menyatakan, ada beberapa pasal di RUU Cipta
Kerj a yang dinilai memberatkan para buruh dan pekerja. Ketidakjelasan ini semakin menguat
lantaran kelompok serikat pekerja yang dibawahinya saat ini belum mendapatkan lampiran sah
aturan baru tersebut.
782

