Page 780 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 780

MENAKER: CIPTA KERJA PERHATIKAN UJI MATERI UU KETENAGAKERJAAN OLEH
              MK
              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan  bahwa  penyusunan  klaster
              ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja telah memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap
              uji materi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

              "Penyusunan  ketentuan  klaster  ketenagakerjaan  memperhatikan  hasil  putusan  Mahkamah
              Konstitusi  atas  uji  materi  UU  No  13  Tahun  2003.  Kemudian,  ketentuan  mengenai  sanksi
              ketenagakerjaan dikembalikan kepada UU No 13 Tahun 2003, ini perlu saya sampaikan prinsip
              umum," kata Menaker Ida dalam pernyataan di Jakarta pada Selasa.

              Menurut Menaker Ida, UU Cipta Kerja tetap mengatur syarat-syarat dan perlindungan hak bagi
              pekerja PKWT yang menjadi dasar dalam penyusunan perjanjian kerja. Selain itu, UU Cipta Kerja
              yang sudah disahkan oleh DPR pada Senin (5/10) itu juga mengatur perlindungan tambahan
              berupa kompensasi kepada pekerja pada saat berakhirnya PKWT.
              "Jadi,  yang  baru  adalah  ada  perlindungan  bagi  pekerja  pada  saat  berakhirnya  PKWT,  yang
              sebelumnya di UU No 13 Tahun 2003 tidak ada perlindungan seperti ini," kata Ida.

              Ia  mengatakan  syarat-syarat  dan  perlindungan  hak  bagi  pekerja  dalam  kegiatan  alih  daya
              (outsourcing)  tetap  dipertahankan.  Bahkan,  Cipta  Kerja  memasukkan  prinsip  pengalihan
              perlindungan  hak-hak  bagi  pekerja  apabila  terjadi  pergantian  perusahaan  alih  daya,  sesuai
              dengan amanat putusan Mahkamah Konstitusi No.27/PUU-IX/2011. Dalam rangka pengawasan
              terhadap  perusahaan  alih  daya,  Cipta  Kerja  juga  mengatur  syarat-syarat  perizinan  terhadap
              Perusahaan Alih Daya yang terintegrasi dalam sistem Online Single Submission (OSS).

              Terkait  ketentuan  waktu  kerja  dan  istirahat,  kata  Ida,  tetap  diatur  seperti  undang-undang
              sebelumnya  dan  menambah  ketentuan  baru  mengenai  pengaturan  waktu  kerja  dan  waktu
              istirahat pada sektor usaha dan pekerjaan tertentu.
              "Hal ini untuk mengakomodasi tuntutan perlindungan pekerja pada bentuk-bentuk hubungan
              kerja dan sektor tertentu yang di era ekonomi digital saat ini berkembang secara dinamis," tutur
              Ida.

              Ia memastikan UU Cipta Kerja tetap mengatur hak-hak dan perlindungan upah bagi pekerja
              sebagaimana  peraturan  perundang-undangan  eksisting,  yaitu  UU  No.13  Tahun  2003  dan  PP
              No.78 Tahun 2015 dan selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah yang baru. Ida
              memastikan bahwa ketentuan mengenai Upah Minimum Kabupaten/Kota tetap dipertahankan.
              Dengan  adanya  kejelasan  dalam  konsep  penetapan  upah  minimum  dimaksud,  Cipta  Kerja
              menghapus ketentuan mengenai penangguhan pembayaran upah minimum.

              Selain itu, dalam rangka memperkuat perlindungan upah bagi pekerja/buruh serta meningkatkan
              pertumbuhan sektor usaha mikro dan kecil, Cipta Kerja mengatur ketentuan pengupahan bagi
              sektor usaha mikro dan kecil. Dalam rangka perlindungan kepada pekerja yang menghadapi
              proses  pemutusan  hubungan  kerja  (PHK),  Cipta  Kerja  tetap  mengatur  ketentuan  mengenai
              persyaratan dan tata cara PHK.


              UU Cipta Kerja semakin mempertegas pengaturan mengenai "upah proses" bagi pekerja/buruh
              selama PHK masih dalam proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial sampai adanya
              putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (incraht).

              "Kemudian, dalam rangka memberikan jaminan sosial bagi pekerja atau buruh yang mengalami
              PHK,  UU  Cipta  Kerja  mengatur  ketentuan  mengenai  program  Jaminan  Kehilangan  Pekerjaan
              (JKP) yang manfaatnya berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja,"
              paparnya.
                                                           779
   775   776   777   778   779   780   781   782   783   784   785