Page 808 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 808

Menurut  Ida,  saat  Presiden  Joko  Widodo  memutuskan  untuk  menunda  pembahasan  klaster
              ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja pada 24 April 2020, Kemenaker memanfaatkan momentum
              itu untuk mengundang perwakilan serikat pekerja/buruh dan APINDO yang tergabung dalam
              Tripartit Nasional demi memperdalam rumusannya.

              Hasil dari pendalaman oleh Tripartit tersebut kemudian menjadi dasar pembahasan RUU Cipta
              Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan, yang disahkan oleh DPR menjadi undang-undang pada
              Senin (5/10) kemarin. Ida menyadari terdapat pro dan kontra terkait  Omnibus Law  UU Cipta
              Kerja.

              Ia menyebut hal itu merupakan hal wajar dalam dinamika sosial dan demokrasi. Namun, pada
              akhirnya pemerintah harus memutuskan dan menyiapkan draf yang akan dibahas bersama DPR.

              "Kami semampu mungkin berusaha keras mendekatkan pandangan antara teman-teman serikat
              pekerja/buruh dengan teman-teman pengusaha," katanya.

              Ida mengatakan pada akhirnya akomodasi pandangan itu didengarkan dengan baik oleh DPR.
              Dia  juga  memberikan  apresiasi  kepada  DPR  Yang  menyiarkan  secara  terbuka  proses
              pembahasan RUU Cipta Kerja termasuk klaster ketenagakerjaan.























































                                                           807
   803   804   805   806   807   808   809   810   811   812   813