Page 806 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 806

Serikat buruh menilai  UU Cipta Kerja  menghapus ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota
              (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).
              Ketentuan UMK dan UMSK diatur di Pasal 89 UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tentang
              Ketenagakerjaan.

              "Upah minimum sebagai dimaksud dalam Pasal 88 ayat (3) huruf a dapat terdiri dari atas upah
              minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota, upah minimum berdasarkan sektor
              pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota," isi dari Pasal 89 ayat (1).

              Pasal 89 juga menyatakan bahwa  upah minimum        diarahkan kepada pencapaian kebutuhan
              hidup layak.

              Selain itu,  upah minimum  juga ditetapkan oleh gubernur dengan memperhatikan rekomendasi
              dari dewan pengupahan provinsi/bupati/wali kota.
              Adapun komponen serta pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak, diatur dengan
              keputusan menteri.

              Lantas  bagaimana  nasib  aturan  tersebut  du  UU  Cipta  Kerja?  rupanya,  Pasal  89  UU
              Ketenagakerjaan dihapus.

              Namun Pemerintah dan DPR menambahkan 5 pasal yakni Pasal 88A, 88B, 88C, 88D dan 88E di
              undang-undang yang menuai polemik itu.

              Pada Ayat (1) Pasal 88C tertulis bahwa gubernur wajib menetapkan  upah minimum  provinsi.

              "Gubernur dapat menetapkan  upah minimum  kabupaten/kota dengan syarat tertentu," isi dari
              ayat (2) Pasal 88C.

              Selain itu,  upah minimum  yang ditentukan oleh gubernur harus berdasarkan kondisi ekonomi
              dan ketenagakerjaan.

              Tak  hanya  itu,  syarat  tertentu  pengaturan  upah  minimum  juga  mempertimbangkan
              pertumbuhan ekonomi daerah dan inflasi pada kabupaten/kota yang bersangkutan.

              "Upah minimum kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus lebih tinggi dari
              upah minimum  provinsi," isi ayat (5) masih dalam pasal yang sama pada Omnibus Law.

              Penetapan    upah  minimum    berdasarkan  kondisi  ekonomi  dan  ketenagakerjaan,  pemerintah
              daerah  harus  menggunakan  data  yang  bersumber  dari  lembaga  yang  berwenang  di  bidang
              statistik.

              Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  tata  cara  penetapan  upah  minimum  akan  diatur  dengan
              peraturan pemerintah.

              Sebelumnya, buruh menyatakan menggelar aksi mogok kerja pada 6-8 Oktober 2020.

              Para  pekerja  menyerukan  penolakan  terhadap    UU  Cipta  Kerja    terutama  pada  klaster
              Ketenagakerjaan.

              Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal,  UU Cipta Kerja  hanya
              merugikan para buruh dan hanya menguntungkan pengusaha.






                                                           805
   801   802   803   804   805   806   807   808   809   810   811