Page 46 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 46

SETELAH DI-PHK, PEKERJA BISA TETAP TERIMA GAJI SELAMA 6 BULAN

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  pekerja  yang  mengalami  pemutusan
              hubungan  kerja  (PHK)  dan  telah  terdaftar  sebagai  peserta  program  Jaminan  Kehilangan
              Pekerjaan (JKP) bisa mendapatkan tiga manfaat. Ketiganya adalah uang tunai, akses informasi
              pasar  kerja,  dan  mengikuti  pelatihan  kerja.  Dana  tunai  akan  tetap  diperoleh  pekerja  selama
              enam bulan setelah berhenti bekerja.

              "Manfaat bagi pekerja yang ter-PHK dalam program JKP adalah uang tunai yang rinciannya 45%
              dari upah untuk tiga bulan pertama, dan 25% dari upah untuk tiga bulan berikutnya, dan ini
              diberikan paling lama enam bulan," ucap Ida saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Rabu
              (7/4).

              Manfaat lainnya adalah akses informasi pasar kerja yang akan diberikan dalam bentuk layanan
              informasi pasar kerja atau bimbingan jabatan yang dilakukan oleh pengantar kerja. Manfaat
              ketiga, pelatihan kerja akan berbentuk pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan melalui
              lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta, dan perusahaan.

              Persyaratan peserta program JKP, kata Menaker, adalah WNI yang telah diikutsertakan dalam
              program jaminan sosial sesuai penahapan kepesertaan dalam Peraturan Presiden Nomor 109
              tahun  2013,  yaitu  untuk  usaha  besar  dan  usaha  menengah,  diikutsertakan  pada  program
              Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja GKK), Jaminan Hari Tua (JHT).
              Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKM). Sedangkan untuk usaha kecil dan mikro,
              diikutsertakan sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT, dan JKM.

              "Syarat  lainnya  adalah  belum  berusia  54  tahun,  dan  mempunyai  hubungan  kerja  dengan
              pengusaha  baik  kapasitasnya  Perjanjian  Kerja  Waktu  Tertentu  (PKWT)  atau  Perjanjian  Kerja
              Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)," ucap Ida.

              Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan, sumber
              pembiayaan  dari  JKP  yakni  iuran  pemerintah  pusat  sebesar  0,22%,  sumber  pendanaan
              rekomposisi  iuran program  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  0,14%  dan  Jaminan  Kematian  0,10%.
              Ketentuan dasar perhitungan upah adalah upah yang dilaporkan ke BPJS dengan batas upah
              sebesar Rp 5 juta.

              "Fokus dari BPJS Ketenagakerjaan adalah dalam hal memberikan uang tunai bagi peserta yaitu
              uang tunai yang diberikan selama enam bulan. Sesuai ketentuan ada 45% dari upah di tiga bulan
              pertama dan 25% dari upah di tiga bulan berikutnya," ucap Anggoro.

              Ia mengatakan dalam sistem dan proses bisnis JKP ini pemerintah akan menggunakan platform
              terintegrasi yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenaker. Dalam single platform ini
              terdapat menu pencarian kerja, menu pelatihan kerja, dan menu tunjangan JKP berupa uang
              tunai.

              "Aplikasi  ini  yang  akan  kami  kembangkan  agar  pekerja  mengakses  aplikasi  dan  bisa
              mendapatkan informasi tentang tiga menu ini," ucap dia.

              Untuk  menu  pelatihan  kerja  dan  pencarian  kerja  akan  menjadi  tanggung  jawab  pihak
              Kemenaker, sedangkan pihak BPJS Ketenagakerjaan akan fokus mengurus pada menu tunjangan
              JKP. (ark)







                                                           45
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51