Page 49 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 49
PEMBAYARAN THR STIMULASI KONSUMSI
Pemberian THR ke pekerja menjadi salah satu mesin penggerak konsumsi masyarakat yang kini
melemah akibat dampak pandemi Coivd-19.
Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan bisa menciptakan dampak lanjutan atau
multiplier effect bagi perekonomian nasional. Pembayaran THR itu dinilai dapat menjadi stimulus
untuk menggerakkan roda perekonomian di kalangan menengah ke bawah, khususnya para
pedagang kecil.
"Ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat jelang Lebaran. Kalau kita dalam keadaan krisis
ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah.
Dengan demikian, akan terjadi perputaran uang," ujar Pengamat Ketenagakerjaan dari
Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjuddin Noer Effendi, dalam pernyataan di Jakarta, Rabu
(7/4).
Menurut dia, pembayaran THR kepada sekitar 15-16 juta angkatan kerja di pekerja industri dapat
memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan kinerja konsumsi rumah tangga dalam
jangka pendek.
Dia mengkhawatirkan jika THR tidak dibayar penuh kepada karyawan, akan menimbulkan
gelombang protes dari kalangan buruh. Kondisi itu dapat berpengaruh terhadap daya beli
masyarakat rendah dan menurunnya produksi.
"Kalau menjelang Lebaran buruh tidak terima THR, mereka protes kemudian demo, produksi
perusahaan juga menurun. Perusahaan sudah dibantu pemerintah, sekarang bantu
karyawannya," ujarnya.
Pada kesempatan lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,
mengingatkan dunia usaha untuk membayar THR kepada para pekerja menjelang Hari Raya Idul
Fitri 1422 H. Sebab, pemerintah sudah memberikan banyak stimulus untuk meringankan beban
usaha selama pandemi Covid-19.
“Ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat jelang Lebaran. Kalau kita dalam keadaan krisis
ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah”
Pemberian THR ke pekerja, ujar Airlangga, menjadi salah satu mesin penggerak konsumsi
masyarakat. Dengan pencairan THR, dia memperkirakan akan terdapat tambahan dana beredar
ke pasar sebesar 215 triliun rupiah.
"Selama setahun terakhir, pemerintah sudah jor-joran memberikan stimulus terhadap dunia
usaha. Dia mencontohkan beberapa stimulus seperti insentif pengurangan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah (PPnBM) pada awal tahun ini," kata Airlangga Hartarto usai sidang kabinet
paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4).
Tunggu Laporan
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, masih menunggu laporan tim kerja Dewan
Pengupahan Nasional dan Badan Pekerja Tripartit Nasional sebelum menyusun serta
mengesahkan ketentuan skema pembayaran tunjangan hari raya bagi pekerja saat pandemi
Covid-19.
"Kami akan mendengarkan laporan dari tim kerja Dewan Pengupahan Nasional dan Badan
Pekerja Tripartit Nasional, setelah itu baru diambil langkah-langkah tertentu serta dikeluarkan
ketentuan melalui surat edaran kepada pengusaha," katanya usai membuka Musyarawah
Nasional II Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) di Semarang, awal pekan ini.
48

