Page 58 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 58

GRATISKAN IURAN BPJS WARTAWAN

              ANGGOTA  Komisi  IX  DPR  Fadholi  mendorong  pemerintah  turun  tangan  mengatasi  sejumlah
              permasalahan yang dihadapi insan pers. Pasalnya, pandemi yang berkepanjangan membawa
              dampak besar terhadap awak media. Sejumlah perusahaan pers gulung tikar lantaran persoalan
              tersebut.

              "Selain  dituntut  bekerja  penuh  risiko  di  tengah  pandemi.  para  pewarta  dibayangi  persoalan
              ekonomi, bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karenanya, pemerintah harus turun tangan
              menangani sejumlah persoalan yang dihadapi oleh para punggawa pilar keempat demokrasi,"
              ujar Fadholi di sela rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di
              Kompleks Parlemen. Jakarta, kemarin.

              Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai NasDem di Komisi IX DPR ini mengusulkan pemerintah
              membebaskan  para  pewarta  dari  iuaran  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  (BPJS)
              Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
              Selain itu, berbagai kementerian terkait juga harus membuat sejumlah program untuk menjaga
              dan memperkuat perusahaan dan awak media.

              "Kita sama-sama menyadari, keberadaan pers sebagai pilar demokrasi sangat penting dalam
              kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi, di tengah situasi pandemi ini. belum ada pembahasan
              serius tentang persoalan kesehatan dan kesejahteraan para pekerja pers oleh pemerintah," sesal
              dia.

              Lebih  lanjut,  Fadholi  mendesak,  Menteri  Kesehatan  segera  menyusun,  membuat  dan
              melaksanakan program khusus bagi kesehatan para wartawan.

              "Kalau  sekadar  rapid  test  gratis,  mendahulukan  wartawan  untuk  divaksin.  itu  hanya  jangka
              pendek. Langkah jangka panjangnya seperti apa?" tegas anggota Dewan dari Daerah Pemilihan
              (Dapil) Jawa Tengah I itu.

              Selain  jaminan  kesehatan,  sambung  dia,  para  awak  media  juga  membutuhkan  jaminan
              perlindungan  kerja.  Sebab,  berdasarkan  penelitian  Lembaga  Bantuan  Hukum  (LBH)  Pers.
              Indonesia  Judicial  Research  Society  (IJRS)  dan  Institute  for  Criminal  Justice  Reform  (ICJR).
              kebebasan dan keselamatan jurnalis di tengah pandemi Covid-19 belum terlindungi.

              Disebutkan. 24 persen pewarta mengaku pernah menerima berbagai serangan dalam melakukan
              kerja-kerja jurnalistik. Persoalan ini juga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

              "Coba Kemenkes atau Kemnaker bayangkan, jika teman-teman wartawan mogok sebaik apa pun
              kinerja  Presiden  Jokowi,  masyarakat  tidak  akan  tahu,  siapa  yang  akan  mempublikasikan,"
              tandasnya.  oni



















                                                           57
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63