Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN18 DESEMBER 2020
P. 199

Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan
              penyempurnaan dan perbaikan terhadap data-data penerima BSU yang masih bermasalah.
              "Sekaligus  memastikan,  seluruh  tim  di  daerah  bekerja  24  jam  nonstop  untuk  memulihkan
              sedikitnya 60.000 rekening penerima bantuan yang sampai saat ini masih belum bisa dilakukan
              transfer," ujarnya.

              Menaker  juga  menegaskan  bahwa  pihaknya  mengedepankan  prinsip  kehati-hatian  dalam
              penyaluran BSU. Kemnaker bahkan melibatkan pihak eksternal seperti KPK, BPK, dan BPKP untuk
              ikut mendampingi jalannya proses penyaluran bantuan.

              Pada pertengahan penyaluran BSU termin pertama, Kemnaker bersama dengan BP Jamsostek
              juga turut menggandeng Ditjen Pajak Kementerian Keuangan untuk melakukan pemadanan data
              penerima.

              "Ini prinsip kehati-hatian yang kami lakukan mengikuti rekomendasi KPK. Upaya ini dilakukan
              semata-mata untuk memberikan keyakinan kepada kita semua bahwa BSU ini tepat sasaran,"
              kata Menaker.

              "Kami  juga  terus  dimonitor  oleh  KPK.  Kami  pastikan  tidak  ada  dana  yang  mengendap  di
              Kemnaker. Kalaupun masih ada dana retur, seluruhnya setelah itu kami kembalikan kepada kas
              negara," kata Menaker.

              Pemerintah  saat  ini  terus  membahas  kelanjutan  bantuan  subsidi  upah  ini.  Kemnaker  sangat
              mendukung bila memang program ini kembali dijalankan tahun depan. Pasalnya BSU ini terbukti
              memberikan efek positif terhadap memulihkan daya beli para pekerja.

              "Kementerian kami tentu sangat siap mendukung program yang baik ini kembali muncul di tahun
              depan. Kita tengah persiapkan desain kebijakan secara bersama-sama," tutup Menaker. (CM)
              (yao).








































                                                           198
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204