Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 MARET 2021
P. 69

Dilakukan juga program bantuan perluasan kesempatan kerja untuk penanggulangan dampak
              COVID-19 yang membantu 327.013 tenaga kerja lewat pelatihan wirausaha baru, inkubasi bisnis,
              padat  karya,  wirausaha  berbasis  ekonomi  digital  dan  tenaga  pendamping  pemberdayaan
              masyarakat.

              Pemerintah  juga  menaruh  perhatian  khusus  untuk  pekerja  migran  Indonesia  yang
              penempatannya  sempat  terhenti  ketika  banyak  negara  memutuskan  untuk  menutup
              perbatasannya.

              Dengan  Keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  294  Tahun  2020  tentang  Pelaksanaan
              Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  pada  Masa  Adaptasi  Kebiasaan  Baru  yang
              dikeluarkan pada akhir Juli 2020, pemerintah mulai membuka kembali penempatan di negara
              yang sudah bisa menerima pekerja asing dengan protokol kesehatan.

              Selain  itu  pemerintah  lewat  Kemnaker  juga  melakukan  langkah  perlindungan  kepada  tenaga
              kerja Indonesia (TKI) yang sudah berada di negara-negara penempatan. Bekerja sama dengan
              BPJS  Ketenagakerjaan  telah  diberikan  bantuan  masker  untuk  PMI  di  Hongkong,  Taiwan,
              Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Brunei Darussalam.

              Kemnaker juga memberikan bantuan bahan pokok kepada PMI yang terdampak COVID-19 di
              negara-negara  penempatan  dan  pengalokasian  program  perluasan  kesempatan  kerja  bagi
              CPMI/PMI  dan  anggota  keluarganya.  Bantuan  tersebut  berupa  Program  Padat  Karya
              Infrastruktur, Padat Karya Produktif, Inkubasi Bisnis, Teknologi Tepat Guna, dan Tenaga Kerja
              Mandiri.

              Koordinasi  juga  dilakukan  dengan  pemerintah  daerah,  Badan  Pelindungan  Pekerjam  Migran
              Indonesia (BP2MI) dan perusahaan penempatan PMI (P3MI) untuk membantu sosialisasi dan
              mendorong CPMI/PMI terdampak COVID-19 agar mendapatkan bantuan lewat Kartu Prakerja.

              Pandemi  juga  memberikan  dampak  terhadap  jaminan  sosial  ketenagakerjaan  dengan  terjadi
              penurunan  keanggotaan  BPJS  Ketenagakerjaan  dari  54.450.009  orang  pada  2019  menjadi
              51.759.507 orang pada 2020.

              Secara khusus, kepesertaan pada segmen PMI juga mengalami penurunan dari 539.239 pada
              2019 menjadi 389.760 pada 2020.
              Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan periode 2016-2021 Agus Susanto penurunan itu
              disebabkan karena adanya pembatasan penempatan PMI di berbagai negara akibat pandemi
              COVID-19, selain ada pekerja yang tidak diperpanjang masa kerjanya.

              Rencana 2021 Jelang setahun pandemi COVID-19 di Indonesia pada Maret 2021, pemerintah
              masih menjalankan beberapa program bantuan untuk pekerja. Namun, pada tahun ini program
              bantuan pekerja akan difokuskan dalam Kartu Prakerja.

              "Kita tidak menggunakan skema subsidi upah, tapi program Kartu Prakerja yang di situ masih
              ada insentifnya yang tetap dilanjutkan," kata Menaker Ida.

              Menaker Ida mengatakan bahwa alokasi yang diberikan terhadap program itu cukup besar untuk
              tahun ini yaitu sebesar Rp20 triliun. Ida sendiri menegaskan bahwa BSU tidak masuk dalam
              APBN 2021.

              Program Kartu Prakerja untuk 2021 sendiri telah dimulai dengan pembukaan Gelombang 12 pada
              23-26 Februari 2021 dengan Gelombang 13 rencananya dibuka pada Maret 2021.

              Terkait masih berlangsungnya pandemi, Ida Fauziyah mengatakan pemerintah akan fokus pada
              perluasan  kesempatan  kerja  untuk  menanggulangi  dampak  berkelanjutan  pada  sektor

                                                           68
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74