Page 451 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2020
P. 451
Melalui subsidi gaji, para pekerja akan menerima subsidi gaji/upah Rp 600.000 per bulan selama
4 bulan, dan dibayarkan tiap 2 bulan sekali. Awalnya target penyaluran bantuan subsidi gaji
sebanyak 15,7 juta. Namun dari hasil validasi berlapis yang dilakukan bersama BP Jamsostek,
hanya 12,4 juta data yang dianggap valid. Kendati demikian, alokasi anggaran sebesar Rp 37,7
triliun tersebut, sisanya akan dikembalikan ke kas negara.
Nantinya, sisa anggaran itu dari Kas Negara akan diserahkan kepada Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama untuk disalurkan kepada guru
honorer dan guru agama dalam program bantuan subsidi gaji. "Sebanyak 10,5 juta penerima
bantuan subsidi upah atau gaji telah menerima bantuan subsidi dari pemerintah yang dilakukan
sejak 24 Agustus 2020," ujarnya.
Ida menjelaskan secara rinci, bantuan subdisi gaji/upah tahap I telah tersalurkan kepada
2.484.429 penerima atau setara 99,38 persen dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang, tahap
II telah tersalurkan kepada 2.981.533 penerima atau setara 99,38 persen dari total 3 juta orang,
tahap III tersalurkan kepada 3.476.122 penerima atau setara 99,32 persen dari total 3,5 juta
orang. "Untuk tahap IV telah tersalurkan kepada 1.836.177 penerima atau setara 69,18 persen
dari total 2,6 juta orang. Sementara untuk tahap V, saat ini masih dalam proses cek kelengkapan
data," jelasnya.
Ida juga mengungkapkan, terdapat sejumlah kendala dalam penyaluran subsidi gaji/upah.
Diantaranya adanya duplikasi rekening, rekening tutup, rekening pasif, tidak valid, rekening
dibekukan, rekening tidak sesuai NIK, dan rekening tidak terdaftar.
Pihaknya telah melaporkan kendala tersebut ke KPK dan berkoordinasi dengan BPJS
Ketenagakerjaan untuk validasi data dan bank penyalur. Pemerintah juga membuat posko
pengaduan dan sistem cek secara online melalui portal Sisnaker.
450

