Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 FEBRUARI 2021
P. 82

MENAKER IDA PAPARKAN SPSK UNTUK PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN KE ARAB
              SAUDI
              Jakarta  -  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  memaparkan  skema  pilot  project  Sistem
              Penempatan Satu Kanal (SPSK) atau one channel system untuk penempatan pekerja migran
              Indonesia (PMI) ke Arab Saudi dalam Rapat

              Kerja dengan Komisi IX DPR RI, BP2MI, dan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

              Penempatan PMI melalui SPSK dilatarbelakangi antara lain karena Kerajaan Arab Saudi telah
              memiliki regulasi dan tata kelola baru pelindungan pekerja asing sektor domestik. Di sisi lain,
              permintaan dan minat

              PMI  bekerja  ke  Arab  Saudi  (sektor  domestik)  cukup  tinggi  dan  sebagai  upaya  mengatasi
              banyaknya PMI yang berangkat secara unprosedural dengan visa ziarah/umroh.
              "Kedua  negara  juga  bersepakat  untuk  dapat  mewujudkan  tata  kelola  penempatan  dan
              pelindungan yang lebih baik. Dengan SPSK ini kita harapkan bisa meminimalisir PMI ilegal dan
              unprosedural," kata Menaker Ida.

              Dalam kesempatan ini, Menaker Ida mengemukakan hal-hal inti yang diatur di dalam SPSK Arab
              Saudi, yaitu sesuai supply dan demand; empat area penempatan (Riyadh, Jeddah, Madinah, dan
              Wilayah  Timur  yaitu  Dammam,  Dahran,  dan  Khobar);  dilakukan  oleh  kedua  negara  dengan
              sistem yang terintegrasi; syarikah dan P3MI yang terlibat dibatasi; dan dilakukan dengan cara
              diseleksi oleh pemerintah masing-masing.

              Selain itu, periode pelaksanaan pilot project selama 6 bulan dengan 2 tahun masa kontrak kerja.
              Adapun, dalam pilot project SPSK akan PMI ditempatkan pada jabatan Housekeeper, Baby Sitter,
              Family Cook, Elderly Care Taker, Family Driver, dan Child Care Worker.
              "Dalam  pilot  project  SPSK  ini,  hubungan  kerja  PMI  langsung  dengan  syarikah  (perusahan
              penempatan di Saudi), tidak dengan pengguna perseorangan.

               CPMI  juga  tidak  dibebankan  biaya.  Selain  itu  nanti  akan  dibentuk  joint  committee  untuk
              memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan SPSK; dan format kontrak kerja dan jabatan serta job
              description disepakati," kata Menaker Ida.

              Menurut Menaker Ida, dalam penempatan dan perlindungan melalui SPSK ini memiliki banyak
              kelebihan yakni pelaksanaan rekrutmen dan penempatan dilakukan secara online; penetapan
              syarikah oleh pemerintah; tanggung jawab syarikah terhadap PMI secara langsung; serta proses
              pembayaran gaji dilakukan melalui bank dan dapat diawasi atau dimonitor.

              "Kelebihan lain SPSK itu jika ada kasus pembayaran gaji, maka paling lambat dibayar 2 minggu
              setelah tanggal pembayaran, job order diverifikasi pemerintah, adanya joint committee, adanya
              kejelasan dispute settlement jika terjadi permasalahan.

              Selain itu ada juga call center serta dan penerbitan visa kerja terkontrol dan ketat," ucapnya.

              Adapun, upaya yang dilakukan Kemnaker dalam mendorong pelaksanaan pilot project SPSK ini
              yakni memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan bagi CPMI, merencanakan dan membangun BLK
              khusus PMI serta mengarahkan BLK Komunitas untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa; dan
              mengusulkan  ke  Menko  Bidang  Perekonomian  untuk  mengalokasikan  Kartu  Prakerja  bagi
              Pelatihan CPMI.

              Kemnaker  juga  berupaya  menguatkan  satgas  pelindung  PMI,  memfasilitasi  Pembentukan
              layanan  satu  atap  (LTSA)  di  daerah  guna  mendekatkan  akses  layanan  penempatan  dan
              pelindungan kepada CPMI, berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan kesiapan
                                                           81
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87