Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2021
P. 140

Dia tak pernah membayangkan efek pandemi ini akan sedemikian besar. Baginya, dari semula
              bekerja kantoran kemudian berbisnis kecil-kecilan merupakan perubahan yang luar biasa.
              "Yang saya sesali adalah saya tidak punya cukup banyak tabungan untuk mengantisipasi hal-hal
              seperti ini. Makanya, kini saya mulai memikirkan kondisi di masa depan yang bisa saja lebih
              buruk. Sekarang saya jadi lebih berhati-hati, misalnya, menjaga tabungan harus ada sisa yang
              bisa saya manfaatkan kelak," katanya.

              Nasib Bagas, Ferdy, dan Fadly boleh jadi merupakan gambaran dari jutaan kaum pekerja yang
              terdampak pandemi Covid-19.

              Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Agustus 2020, terdapat 29,12 juta penduduk usia
              kerja yang terdampak Covid-19.

              Dari  jumlah  tersebut,  24,03  juta  orang  bekerja  dengan  pengurangan  jam  kerja,  2,56  juta
              pengangguran, 1,77 juta sementara tidak bekerja, dan 0,76 juta bukan angkatan kerja karena
              Covid-19.

              Data BPS juga mengungkap, di periode yang sama, jumlah orang yang menganggur bertambah
              menjadi 9,77 juta orang. Akibatnya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) meningkat menjadi
              7,07 persen. Angka TPT tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2011 .

              Pemerintahan  Presiden  Joko  Widodo  sebetulnya  telah  memberikan  bantuan  lewat  belanja
              program perlindungan sosial yang masuk dalam anggaran pemulihan ekonomi untuk melindungi
              masyarakat dari dampak pandemi. Pada 2020, anggaran program tersebut mencapai Rp203,9
              triliun.

              Pemerintah juga menyiapkan program serupa pada tahun ini, namun nilainya lebih kecil sebesar
              Rp157,4  triliun.  Pos  perlindungan  sosial  ini  terdiri  dari  sejumlah  program  seperti:  program
              keluarga harapan (PKH) 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM), kartu sembako, Prakerja,
              BLT Dana Desa, bansos tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kouta Pembelajaran jarak jauh (PJJ),
              dan diskon listrik.

              Menurut  Menteri  Koordinator  bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto,  pemerintah  akan
              mempercepat belanja tersebut dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal
              pertama  2021.  "Pencairan  anggaran  program  perlindungan  sosial  dan  anggaran  pemulihan
              ekonomi akan dipercepat," kata Airlangga, dikutip dari Antara .

              Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi ini menambahkan pemerintah akan
              terus  menyeimbangkan  upaya  penanganan  pandemi  dan  pemulihan  ekonomi.  Pemerintah,
              lanjutnya, akan fokus memulihkan kepercayaan warga dengan program vaksinasi Covid-19.






















                                                           139
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145