Page 23 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 23

"Melonjaknya angka Covid-19 saat ini, menurut saya, akibat dari kebijakan pemerintah yang
              mengizinkan tempat-tempat wisata dibuka pada libur Lebaran kemarin. Di banyak tempat wisata
              terjadi over capacity, mobilitas, dan interaksi masyarakat tidak terkendali," jelasnya.

              Kedua,  pemerintah  harus  mempercepat  penyelesaian  vaksinasi  bagi  181  juta  penduduk
              Indonesia. Sampai hari ini angka rata-rata orang yang divaksin masih di bawah 1 juta tiap hari.
              Pemerintah, menurut dia, harus berusaha keras agar angka orang tervaksin bisa mencapai 2 juta
              orang tiap hari sehingga target 181 juta orang tervaksin akan bisa dicapai dalam setengah tahun
              ke depan.

              Ini sangat penting agar kekebalan komunal dapat segera terwujud. "Tanpa kebijakan-kebijakan
              strategis seperti itu.maka menurut saya, SKB tiga menteri tidak akan memiliki arti penting dalam
              pehgendalian Covid1-9," tandas politikus yang juga Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan
              DPP PKB.

              Pengamat  kebijakan  publik  Universitas  Padjajaran  Yogi  Suprayogi  Sugandi  mengatakan,
              keputusan  pemerintah  sangat  tepat  untuk  menghindari  ada  libur  panjang  yang  terkadang
              sengaja diciptakan oleh para ASN saat hari terjepit.

              Pilihan ini diambil saat pandemi yang semakin lama mengkhawatirkan. Seperti saat ini di mana
              lonjakan kasus meningkat bukan akibat dari libur hari Lebaran, namun hari libur setelahnya yang
              membuat masyarakat menggunakan untuk bepergian.

              "Dibutuhkan aturan yang dibuat langsung oleh menteri khususnya bagi para ASN dan masyarakat
              mengetahui tidak ada cuti bersama untuk hari libur nasional tahun ini," ungkapnya. Yogi juga
              menyoroti, tidak ada libur panjang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para ASN.

              Meskipun di tengah pandemi, ASN diharapkan cepat beradaptasi dalam sistem bekerja yang baru
              yakni digital dan lebih menyesuaikan dengan pekerjaan yang kini dapat dilakukan secara online.
              Misalnya, jika dulu ada anggaran lebih untuk tugas ke luar kota untuk acara atau seminar, kini
              karena tidak ada kegiatan seperti itu anggaran untuk itu tidak perlu diadakan lagi.

              Menurut  dia,  hal  teknis  se  perti  itu  yang  belum  banyak  dilakukan  perubahan  karena  belum
              terbiasa. Karena itu, sudah seharusnya ASN mulai beradaptasi, bukan hanya pindah dari manual
              menjadi digital, namun juga soal anggaran. Jika dulu ada honor dari surat perintah perjalanan,
              sekarang harus berubah karena lebih efisien.

              Selain  itu,  dia  juga  menekan  perlunya  ASN  yang  berada  di  lingkungan  kesehatan  harus
              mendapatkan tunjangan risiko.

              ''Selama ini belum ada tunjangan tersebut karena mereka kerja dengan waktu periuh dan di
              bawah risiko besar terpapar Covid-19.

              Bukan hanya tunjangan kerja, tapi juga tunjangan risiko untuk tenaga medis yang bekerja di
              instansi kesehatan milik pemerintah," ungkapnya.

              Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah menyambut baik
              kebijakan pemerintah untuk meniadakan cuti bagi ASN di waktu dekat hari libur nasional. Dia
              menyebut, jika sudah menjadi kebijakan dari tiga menteri, nanti dipastikan para kepala dinas
              tidak akan, mengizinkan cuti yang diajukan stafnya di dekat hari-hari liburnasional.

              "Jika sudah tidak diizinkan masih tidak masuk saat hari terjepit, sangsi sudah menunggu. Kami
              memiliki kedisiplinan pegawai, ada disiplin ringan, sedang, dan berat," jelasnya.





                                                           22
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28