Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 60

Secara  tradisional,  kita  sudah  mengenal  jenis  kerumunan  yang  disebut  patembayan
              (gesselschaft). Mereka adalah kelompok sosial yang anggota-anggota-nya menjalin hubungan
              bersifat kontraktual (sementara) dan kurang saling mengenal secara personal.

              Gesselschaft  disatukan  oleh  pemikiran  yang  sama  dan  ditentukan  oleh  kur-wille  (kehendak
              rasional), termasuk pemikiran ekonomi (kerja). Pengaturan dari pelembagaan kontrak kerja di
              rumah  tangga  dalam  bentuk  UU  adalah  ciri  masyarakat  kosmopolit  di  negara  hukum  yang
              menghargai kesetaraan antarwarga pemberi dan penerima kerja walau relasi kuasa keduanya
              asimetris.

              Berbeda dari isi Konvensi ILO No 198 yang mengharuskan negara menetapkan hak-hak dan
              kewajiban dua belah dalam UU, RUU PPRT menyerahkan pengaturannya melalui kesepakatan-
              kesepa-katan hasil musyawarah mufakat. Meski demikian, kehadiran negara sebagai regulator
              dan mediator harus ada, terutama saat konflik antara keduanya muncul. Hal ini telah diperankan
              oleh Pemerintah Singapura dan Filipina.

              Satu  isu  penting  yang  dinormakan  dalam  RUU  PPRT  adalah  skema  gotong  royong  dalam
              pembayaran iuran Jamsostek bagi PRT. Dalam draf RUU PPRT, pembayaran Jamsostek digotong
              antara pemerintah dan pemberi kerja ma-sing-masing Rp 16.000 dan Rp 20.000 per bulan. Uang
              receh yang bisa menjadi investasi surga jika diniatkan sebagai sedekah bagi majikan Muslim.

              Legislasi pro-orang miskin

              Hanya  kelompok  kaya  yang  bisa  bertahan  dan  bahkan  bisa  semakin  kaya  akibat  pandemi.
              Sebaliknya, pandemi memicu melonjaknya jumlah penduduk miskin, termasuk para perempuan
              PRT  yang  dirumahkan  tiba-tiba  oleh  majikan.  Riset  Indonesia  Budget  Center  (IBC)  2021
              menunjukkan  memburuknya  kesenjangan  jender  di  Indonesia  yang  dipicu  memburuknya
              kemiskinan akibat pandemi Covid-19 dalam setahun ini.

              Oleh karena itu, semua pihak harus berupaya melakukan pencegahan memburuknya kemiskinan,
              termasuk dengan membuat kebijakan dan perundangan yang memberdayakan kelompok miskin
              (pro-poor). Analisis dampak dari RUU PPRT adalah RUU ini termasuk kategori pro-poor legislation
              karena berisi perlindungan terhadap "kepala keluarga" perempuan yang berprofesi PRT.

              Dengan pengesahan RUU PPRT, para perempuan golongan miskin ini menjadi nyata (visible) di
              mata negara sehingga membuka akses PRT terhadap semua program perlindungan sosial dari
              negara.

              Selama ini, PRT tidak terdaftar di Kementerian Sosial ataupun Kemente-rian Koperasi UMKM
              yang  bertugas  mendistribusikan  paket  krisis  ataupun  pemulihan  ekonomi  akibat  pandemi.
              Sementara PRT memenuhi semua kriteria dan syarat untuk menerima paket-paket itu. Para PRT
              masih termasuk golongan tak tersentuh (the untouchable) walau hidup bersama kita.

              Pengakuan  dan  pengesahan  (recognizing  dan  legalizing)  keberadaan  PRT  adalah  upaya
              pemberdayaan  bagi  kaum  duafa  sekaligus  penghormatan  atas  semangat  mereka
              memperjuangkan perbaikan nasib mengatasi kemiskinan.

              Mereka memilih bekerja menjual tenaga dan keringat daripada berpangku tangan menunggu
              belas kasihan menjadi beban masyarakat dan negara.
              Sebagian besar PRT menerima gaji di bawah UMR karena "daya beli" pemberi kerja yang juga
              rendah, padahal paling tidak mereka menanggung hidup empat orang per PRT (dependeney
              ratio  1:4)  sehingga  melindungi  dan  memberdayakan  5,6  juta  PRT  akan  berdampak  pada
              penyelamatan  setidaknya  22,4  juta  penduduk.  Tentu  angka  ini  bisa  berkembang  menjadi
              puluhan juta penduduk sesuai hukum multiplier effect.

                                                           59
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65