Page 118 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 118

Kendati demikian, ada perbedaan antara skema BSU pada tahun lalu dengan 2021. Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  mengungkapkan  perbedaannya  ini  termasuk  dari  batasan  gaji
              hingga penyaluran dana BSU.

              Skema BSU pada 2020 1. Batasan gaji atau upah penerima BSU maksimal sebesar Rp 5.000.000
              2. Tidak ada batas wilayah maupun sektor 3. Dana yang diterima oleh penerima BSU sebesar Rp
              600 ribu per bulan selama 4 bulan. Sehingga jumlah BSU yang didapatkan sebesar Rp 2.400.000
              4. Penyaluran dana BSU menggunakan rekening pribadi penerima BSU.

              BSU pada 2021 1. Batasan maksimal gaji atau upah sebesar Rp 3.500.000.

              "Dengan ketentuan pekerja atau buruh yang bekerja di wilayah dengan UMP atau UMK lebih
              besar  dari  Rp  3.500.000  maka  persyaratan  gaji  atau  upah  tersebut  menjadi  paling  banyak
              sebesar UMP atau UMK dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh," demikian dikutip dari
              akun Instagram resmi Kemnaker pada Rabu (11/8/2021).

              2. BSU diberikan kepada pekerja atau buruh yang bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4,
              kecuali Aceh.

              Kemudian  diutamakan  bagi  pekerja  atau  buruh  yang  bekerja  pada  sektor  industri  barang
              konsumsi, transportasi, aneka industri, properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali
              jasa pendidikan dan kesehatan.

              3.  Dana  yang  diterima  oleh  penerima  BSU  sebesar  Rp  500.000  per  bulan,  dan  disalurkan
              sekaligus untuk dua bulan sebesar Rp 1.000.000 4. Penyaluran dana BSU disalurkan melalui 4
              Bank  Himbara  yaitu  BRI,  BNI,  BTN,  dan  Mandiri.  Khusus  Provinsi  Aceh  menggunakan  Bank
              Syariah Indonesia (BSI).

              hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
              Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada hari ini,
              Selasa (10/8/2021), telah mencairkan anggaran sebesar Rp 947,499 miliar untuk 947.499 orang
              penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji.

              Total anggaran yang dialokasikan untuk BSU pada tahun ini sebesar Rp 8,8 triliun.

              "Hari ini (10/08), telah dicairkan BSU melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
              Jakarta VII kepada rekening Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
              Kerja (PHI Jamsostek) Kementerian Ketenagakerjaan, dengan nilai total Rp 947,499 miliar untuk
              947.499 orang penerima. Bantuan ini kemudian akan diteruskan kepada para penerima yang
              telah terdaftar," demikian dikutip dari keterangan DJPb pada Selasa (10/8/2021).

              Data penerima BSU berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan, yang disampaikan kepada
              Kementerian  Ketenagakerjaan.  Mekanisme  penyaluran  selanjutnya  di  bawah  kewenangan
              Kementerian Ketenagakerjaan.

              BSU merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung para pekerja di tengah pandemi
              Covid-19.  Untuk  mendukung  sektor  usaha  dan  mencegah  pemutusan  hubungan  kerja,
              pemerintah tahun ini kembali menyalurkan BSU bagi para pekerja yang memenuhi syarat.

              Pemerintah pada tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,8 triliun untuk program BSU.
              "Melalui  bantuan  ini,  diharapkan  perusahaan  dapat  bangkit  dari  dampak  pandemi,  sekaligus
              membantu  para  pekerja  untuk  memenuhi  kebutuhan  hidupnya,"  jelas  DJPb  dalam
              keterangannya.


                                                           117
   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123