Page 119 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2021
P. 119
Judul FAKTA Gadis Asal Indramayu Dikirim ke Papua Jadi Pemandu Lagu,
Orang Tua Sempat Dimintai Tebusan
Nama Media tribunnews.com
Newstrend Perdagangan Orang
Halaman/URL https://www.tribunnews.com/regional/2021/08/11/fakta-gadis-asal-
indramayu-dikirim-ke-papua-jadi-pemandu-lagu-orang-tua-sempat-
dimintai-tebusan
Jurnalis Nanda Lusiana Saputri
Tanggal 2021-08-11 17:18:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Marni (Ibu SDD) Temannya itu teman baru kenal, diajak main terus dibawa ke rumah
orang yang menyalurkan anak saya ke Papua
negative - Marni (Ibu SDD) Karena anak saya kan nggak mau kerja begitu, tidak sesuai dengan
yang diinginkannya, anak saya nangis-nangis minta dipulangkan
negative - Adi Wijaya (Koordinator Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI)) Iya korban
diminta tebusan Rp 25 juta
neutral - Adi Wijaya (Koordinator Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI)) Dia minta
syarat agar tuntutannya itu dicabut
negative - Adi Wijaya (Koordinator Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI)) Kalau yang
dari Indramayu itu ada tiga, yang satu orang sudah dipulangkan
negative - Luthfi Olot Gigantara (Kasat Reskrim Polres Indramayu) Nanti akan disampaikan
lengkapnya ya, setelah korban sudah (dijemput) sampai di Jakarta
Ringkasan
Seorang gadis berinisial SDD (14) menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
atau trafficking. Ia dikirim ke Paniai, Papua untuk dipekerjakan sebagai pemandu lagu di sebuah
tempat karaoke. Korban mendapat penyiksaan jika tak mau melayani tamu yang datang.
118

