Page 233 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 233

PENGUSAHA: KAMI MOHON JANGAN ADA PEMAKSAAN JIKA PERUSAHAAN TAK
              MAMPU BAYAR THR

              JAKARTA, - Pemerintah menetapkan perusahaan wajib dibayar paling lambat seminggu sebelum
              Lebaran. Aturan itu berlaku di seluruh Indonesia.

              Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 tahun 2021
              yang  mengacu  keputusan  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan.  SE  tersebut  menegaskan
              perusahaan wajib membayarkan THR secara penuh paling lambat H-7 Hari Raya Keagamaan.

              Ketua Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, tak semua
              perusahaan mampu membayar THR di tengah pandemi. Apabila ada perusahaan tak mampu,
              maka perundingan bipartit antara perusahaan dan serikat buruh perlu dilakukan.

              "Kami mohon tidak ada pemaksaan dari pihak organisasi pekerja dan pekerja apabila didapati
              perusahaan  tidak  mampu  membayarkan  secara  full  tahun  ini,"  katanya  kepada  MNC  Portal
              Indonesia, Rabu (21/4/2021).

              Menurut Diana, situasi ekonomi saat ini belum pulih 100 persen. Ada beberapa sektor usaha
              yang sudah bisa pulih secara cepat, namun tak sedikit juga yang masih berjuang bertahan hidup.
              Jadi tidak dapat digeneralisasi seluruhnya.

              "Pengusaha pada dasarnya tetap berkomitmen untuk dapat membayarkan THR untuk tahun ini
              dengan jumlah full, namun saya sangat paham apabila ada sebagian pengusaha yang tidak dapat
              melakukannya," ucapnya.

              Diana  yakin  serikat  pekerja  dan  pekerja  mengerti  situasi  yang  dihadapi  perusahaan.  Hal  ini
              berdasarkan pengalaman upaya negosiasi yang terjadi selama ini soal pembayaran THR.

              "Untuk  kondisi  keuangan  perusahaan  dalam  kondisi  baik  atau  tidak  dari  pekerja  pasti  bisa
              mengetahuinya. Jadi saya berpendapat isu ini agar tidak selalu dieembuskan menjelang hari
              raya. Kita serahkan saja pada hasil musyawarah di tingkat bipartit," ucapnya.

              Editor : Rahmat Fiansyah



























                                                           232
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238