Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 230

Ringkasan

              Massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat berunjuk rasa di depan Gedung Sate,
              Kota  Bandung,  Rabu  (21/4).  Di  tengah  terik  matahari,  mereka  menuntut  setiap  perusahaan
              membayar THR para pekerjanya secara penuh tahun ini. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi
              Serikat Pekerja Logam Elektronik (DPD FSP LEM) Jawa Barat, Mumahad Sidarta, mengatakan
              selain mengenai penolakan penundaan dan penyicilan THR, massa pun menolak Omnibus Law
              UU Cipta Kerja dan menuntut pengusutan tuntas kasus BPJS Ketenagakerjaan.



              ALIANSI BURUH JAWA BARAT TUNTUT PERUSAHAAN BAYAR THR PENUH, JANGAN
              DICICIL

              TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Barat berunjuk
              rasa  di  depan  Gedung  Sate,  Kota  Bandung,  Rabu  (21/4).  Di  tengah  terik  matahari,  mereka
              menuntut setiap perusahaan membayar THR para pekerjanya secara penuh tahun ini.

              Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik (DPD FSP LEM) Jawa
              Barat,  Mumahad  Sidarta,  mengatakan  selain  mengenai  penolakan  penundaan  dan  penyicilan
              THR, massa pun menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menuntut pengusutan tuntas kasus
              BPJS Ketenagakerjaan.

              "Aksi ini ada beberapa tuntutan, terkait THR, itu kan wacananya sebelum ada edaran menteri,
              ingin dicicil. Kami perjuangkan tahun ini tidak boleh cicil lagi. Situasi 2020 dan 2021 sudah beda
              jauh. 2020 masih ada PSBB dan tiga bulan pabrik berhenti, sekarang enggak ada," kata Sidarta
              di lokasi aksi.

              Sehingga, katanya, THR tidak boleh dicicil lagi.

              THR  harus  diberikan  sesuai  Permenaker  Nomor  6  Tahun  2016,  yakni  secara  penuh  tanpa
              penundaan dan cicilan. Pemerintah pun diminta segera membuat posko pengaduan THR .

              Sidarta pun mengatakan tuntutan lainnya adalah penolakan UU Cipta Kerja. Proses hukumnya,
              katanya, sudah masuk persidangan di Mahkamah Konstitusi.

              "Omnibus Law harus dibatalkan karena merugikan. PKWT sekarnag jadi tidak dibatasi. Kalau
              tidak ada kepastian kerja ya gimana. Upah sektor mulai hilang, jadi tinggal UMP dan UMK saja.
              Kenaikan upah jadi sangat kecil dengan rumus baru ini. Tentang pesangon semua dikurangi
              setengah, PHK semakin mudah," katanya.

              Tuntutan ketiga, katanya, seratusan orang pengunjuk rasa ini menuntut agar kasus korupsi BPJS
              Ketenagakerjaan diusut sampai tuntas.

              Aksi buruh ini, katanya, dilakukan juga di daerah lain di Indonesia walau dengan jumlah terbatas
              dan tetap melaksanakan prokes.

              Pada 1 Mei mendatang, katanya, buruh pun akan melaksanakan unjuk rasa dengan tuntutan
              yang sama.




                                                           229
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235