Page 341 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2021
P. 341
"Jadi pada prinsipnya pemberian itu harus dibayar secara kontan. Kalau selama ini ada
pembayaran THR bagi perusahaan yang tidak mampu akhirnya diangsur. Tapi kalau sekarang
ini tidak boleh,"katanya Rabu (21/4/2021).
Menurut dia, kondisi perusahaan saat ini memang kebanyakan tidak seperti saat keadaan
normal, setelah terhantam badai pandemi COVID-19. Ia pun menyarankan bagi perusahaan yang
memang benar-benar terdampak pandemi untuk bisa mengkomunikasikan dengan
karyawannya.
Perusahaan bisa secara transparan memberikan penjelasan kepada serikat pekerja dan
karyawan terkait kondisi keuangan, terutama untuk pembayaran THR.
Pasalnya, meski terdampak pandemi perusahaan tetap harus memberikan THR yang menjadi
hak bagi karyawan. Namun demikian, untuk besarannya bisa disepakati antara pihak perusahaan
dengan karyawan. Oleh karena itu harus ada kesepakatan antara dua belah pihak.
"Perusahaan terdampak COVID-19 harus melampirkan kondisi keuangan dalam 2 tahun terakhir,
kemudian disampaikan secara terbuka kepada serikat pekerja atau karyawan. Untuk ketentuan
pembayaran THR sesuai masa kerja karyawan, kemudian perusahaan terdampak pandemi ini di
luar ketentuan yang berlaku,"katanya.
Agus mengatakan beberapa hari lalu telah memanggil pengurus Apindo Kabupaten, beserta
jajaran dan instansi terkait. Pemanggilan itu terkait pembahasan persiapan pemberian THR
keagamaan tahun 2021. Sesuai SE Menaker batas waktu pemberian THR adalah H-7 Lebaran,
namun Apindo meminta paling lambat H-3, lantaran khawatir setelah menerima THR biasanya
karyawan tidak masuk sehingga target perusahaan tidak masuk.(ari).
340

