Page 205 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2020
P. 205

Sementara  dalam  memfinalisasi  data,  katanya,  proses  dilakukan  seperti  tahap-tahap
              sebelumnya, yakni setelah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan, data tersebut dilakukan
              check list kelengkapan datanya selama empat hari kerja.

              Data yang telah di check list tersebut, sambungnya, diproses oleh tim Kuasa Pengguna Anggaran
              (KPA) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk dapat segera dicairkan
              dana subsidi gaji kepada Bank Penyalur. Selanjutnya, Bank Penyalur akan menyalurkan uang
              subsidi  ke  rekening  penerima  secara  langsung,  baik  itu  rekening  Bank  HIMBARA,  maupun
              rekening bank luar HIMBARA.

              "Alhamdulillah check list sudah selesai. Proses pencairan ke KPPN juga sudah selesai. Selanjutnya
              saya imbau agar Bank Penyalur untuk segera mentransfer ke rekening penerima," ucapnya.

              Dia berharap, bantuan subsidi gaji/upah ini dapat membantu daya ekonomi serta dimanfaatkan
              secara optimal oleh para pekerja/buruh. Bantuan ini juga diharapkan mengurangi beban para
              pekerja di masa Pandemi Covid-19.
              "Bantuan  subsidi  gaji/upah  ini  diarahkan  untuk  menjaga  dan  meningkatkan  daya  beli
              pekerja/buruh, serta mendongkrak konsumsi masyarakat," ucapnya.

              Sebagai informasi, per 6 Oktober 2020, pemerintah telah menyalurkan bantuan subsidi gaji/upah
              kepada  11.525.117  (98,89  persen)  pekerja/buruh.  Secara  rinci,  jumlah  tersebut  disalurkan
              selama 4 tahap. Tahap 1 disalurkan kepada 2.484.429 (99,38 persen) pekerja/buruh.

              Lalu,  Tahap  2  disalurkan  kepada  2.981.533  (99,38  persen)  pekerja/buruh,  Tahap  3  kepada
              3.476.361  (99,32  persen)  pekerja/buruh,  dan  Tahap  4  :  2.582.794  (97,31  persen)
              pekerja/buruh.










































                                                           204
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210